Hewan Kurban di Bintan Harus Berlabel S&L Sebelum Disembelih

Satgas Pangan dan DKPP Bintan saat mengecek hewan kurban di salah satu peternakan.

Bintan -  Tim Satgas Pangan Bintan bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bintan mengecek ke peternakan dan pedagang hewan kurban di Kabupaten Bintan. 

Mereka ingin memastikan seluruh sapi dan kambing yang dijual telah memenuhi kriteria kesehatan dan kelayakan untuk dikonsumsi.

Petugas paramedis hewan DKPP Bintan, Imron mengatakan bedasarkan pengecekan yang dilakukan DKPP bersama Satgas Pangan Bintan. Pasokan hewan kurban sudah tercukupi begitu juga kesehatan dan kelayakannya telah terpenuhi.

"Kami sudah turun langsung mengecek dan memastikan kondisi hewan dan ketersediaannya. Jadi sebelum dijual kita harus pastikan dulu semuanya," ujarnya, kemarin.

Hewan kurban yang lulus dari pemeriksaan akan diberikan label S&L. Maksudnya kondisi hewan itu sehat dan layak dikonsumsi. 

Begitu juga untuk ketersediaan atau stoknya sudah tercukupi. Saat ini hewan kurban yang ada di Bintan sebanyak 1.100 ekor diantaranya 500 ekor sapi dan 600 ekor kambing. Semuanya tersebar di 40 peternak hewan kurban dan 16 belas pedagang.

"Sapi dan kambing untuk dijadikan hewan kurban bisa diperoleh di 4 wilayah. Yaitu Kecamatan Bintan Timur, Toapaya, Teluksebong dan Bintan Utara," jelasnya.

Sementara itu, Anggota Satgas Pangan Bintan, Setia Kurniawan mengaku 1.100-an hewan kurban yang saat ini tersedia sudah mencukupi untuk memenuhi permintaan masyarakat. Kemudian sapi dan kambing yang akan dijual juga sudah diberi label sehat dan layak atau S&L.

"Kita sudah cek, sampai saat ini tidak ada masalah," katanya.

Pria yang sering disapa Iwan ini menghimbau kepada masyarakat apabila ingin mengetahui, menyampaikan keluhan atau aduan soal hewan kurban bisa menghubungi pihak Satgas Pangan di Polres Bintan atau juga bisa menghubungi DKPP Bintan.

"Jika ada masalah atau aduan segera laporkan ke kami saja. Pasti akan secepatnya kami tanggapi dan tindaklanjuti," ucapnya. 

(ary)