Ingin Kerjasama dengan BPJS Kesehatan, Puskesmas Lanjut di Lingga Diseleksi

Ingin Kerjasama dengan BPJS Kesehatan, Puskesmas Lanjut di Lingga Diseleksi

Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Kesehatan di DKPPKB Lingga, Ahmad Mudlofir mendampingi pimpinan BPJS Kesehatan KLOK Lingga melakukan seleksi terhadap Puskesmas Lanjut (Foto:ist)

Lingga - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Lingga, bersama Pimpinan BPJS Kesehatan, Kantor Layanan Operasional Kabupaten (KLOK) Lingga, melaksanakan kredensialing lapangan ke Puskesmas Lanjut, Kecamatan Singkep Pesisir, Rabu (24/7/2019) sore.

Kredensialing merupakan proses seleksi oleh BPJS kesehatan untuk mengukur kelayakan puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta JKN-KIS. Jika lolos seleksi yang dilakukan BPJS Kesehatan, maka puskesmas yang bersangkutan akan dikontrakkan dengan perjanjian kerjasama.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala DKPPKB Lingga, dr Asri Wijaya melalui Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Kesehatan, Ahmad Mudlofir mengatakan, pada kesempatan tersebut pihak BPJS melakukan proses peninjauan, evaluasi dan monitoring staf medis, alat serta sarana prasarana di Puskesmas Lanjut. Hal itu bertujuan untuk mengetahui kapasitas dan kualitas fasilitas kesehatan di puskesmas tersebut.

"Jadi semua itu dilakukan agar Puskesmas Lanjut bisa bekerjasama dengan BPJS kesehatan. Adapun tujuan akhirnya agar masyarakat peserta JKN-KIS di wilayah kerja Kecamatan Singkep Pesisir dapat terlayani dengan baik," kata dia kepada Batamnews.co.id, Kamis (25/7/2019).

Mudlofir menjelaskan, selama ini peserta JKN-KIS di Kecamatan Singkep Pesisir untuk pelayanan kesehatannya dilayani oleh Puskesmas Lanjut, sebagai perpanjangan tangan dari Puskesmas Dabo Lama. Namun untuk memperoleh surat rujukan peserta JKN-KIS di Singkep Pesisir harus minta ke Puskesmas Dabo Lama.

"Ini yang kadang-kadang menjadi komplain dari masyarakat, karena mereka belum mengerti tentang ketentuan dari BPJS kesehatan. BPJS hanya mengakui legalitasnya dengan Puskesmas Dabo Lama yang sudah melakukan pernjanjian kerjasama, sedangkan dengan Puskesmas Lanjut menunggu hasil score kredensialing kemarin," ujarnya.

Ia melanjutkan, permasalahan yang dialami Puskesmas Lanjut tersebut serupa dengan Puskesmas Resang dan Posek. Maka puskesmas tersebut belum bisa melakukan perjanjian kerjasama dengan BPJS Kesehatan dan masyarakat di wilayah Singkep Selatan ketika dirujuk harus minta surat rujukannya ke Puskesmas Dabo Lama.

"Begitu juga untuk Puskesmas Posek. Masyarakat di wilayah itu masih harus minta surat rujukan ke Puskesmas Raya. Tapi ketiga puskesmas itu sudah kami ajukan untuk mengikuti kredensialing, namun dari ketiga puskesmas yang diajukan dan mengisi format ke BPJS tersebut, baru Puskesmas Lanjut yang score penilaiannya mencapai 70 persen sesuai persyaratan kredensialing oleh BPJS Kesehatan," jelasnya.

Diketahui, dari 11 puskesmas yang ada di Kabupaten Lingga, saat ini ada 8 puskesmas yang sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan yakni, Puskesmas Dabo Lama, Raya, Penuba, Daik, Sungai Pinang, Pancur, Senayang dan Tajur Biru. Semua puskesmas tersebut juga sudah mengantongi sertifikat akreditasi.

"Harapan kami kedepan agar semua fasilitas kesehatan di Lingga bisa lulus kredensialing dan bisa bekerjasama dengan BPJS kesehatan, untuk memudahkan masyarakat peserta JKN-KIS yang sudah 81 persen ini mengakses sarana fasilitas kesehatan terdekat sesuai dengan domisili mereka tinggal," ucap Mudlofir.

Berikut aspek yang jadi penilaian kredensialing di Puskesmas Lanjut:

1. Aspek legal Puskesmas Lanjut, mulai dari ijin operasional puskesmas, sampai kepada surat ijin praktek dokter, dokter gigi, dan NPWP puskesmas.

2. Aspek tampilan fisik Puskesmas Lanjut, tentang ruangan-ruangan di Puskesmas Lanjut, sampai kepada akses masyarakat untuk menjangkau puskesmas.

3. Aspek sarana dan SDM Puskesmas Lanjut tentang alkes yang dibutuhkan serta SDM yang sesuai dengan peraturan baik jenis SDM, kualitas SDM, maupun kwitansi yang dipersyaratkan, memiliki catatan rekam medis dan sertifikat kompetensi SDM-nya.

4. Ketersediaan obat dan alat darurat minimal untuk kondisi darurat pasien.

5. Track record Puskesmas Lanjut sebagai nilai tambah antara lain riwayat kepuasan pasien dan keluarga, waktu pelayanan, jumlah kunjungan pasien, dll.

6. Kesediaan untuk bekerjasama dengan BPJS kesehatan.

(ruz)