https://www.batamnews.co.id

Tahun Ini 35 SD dan SMP di Bintan Terapkan PPDB Online

Wakil Bupati Bintan, Dalmasri Syam menyapa siswa-siwa Bintan. (Foto: ist)

Bintan - Dinas Pendidikan (Disdik) Bintan memastikan 35 sekolah yang ada di 10 kecamatan akan menerapkan 2 sistem online untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Yaitu sistem online atau dalam jaringan (daring) dan offline atau luar jaringan (luring)

 

Kadisdik Bintan, Tamsir mengatakan Kabupaten Bintan memiliki 95 SD dan MI serta 41 SMP dan Mts. Dari total sekolahan tersebut baru 35 sekolah yang terapkan PPDB Online. "Diantaranya 20 SD dan 15 SMP," ujarnya.

Meskipun sistem PPDB diterapkan secara online namun penerimaan tidak terlepas dari pendekatan zonasi. Dimana dengan zonasi ini tidak bergantung dengan nilai ujian nasional tetapi berdasarkan jarak terdekat dengan sekolah.

Jadi semakin dekat tempat tinggal siswa dengan sekolahan,, maka semakin besar peluang siswa tersebut di terima untuk mengenyam pendidikan di sekolah tersebut. "Tahun ini siswa SD dan MI lulus semua. Jumlah mereka yang lulus sebanyak 3079 orang," jelasnya.

Untuk memudahkan para orangtua mendaftarkan anaknya sekolah. Disdik Bintan juga menyediakan konter PPDB diluar sekolah yanh diinginkan. Konter itu dibangun di dua titik.

Titik pertama dipusatkan di Wilayah Bagian Timur Kabupaten Bintan yaitu Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur. Kemudian dipusatkan di Wilayah Bagian Utara Kabupaten Bintan yaitu di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara.

"Para orangtua yang daftarkan anaknya sekolah juga tidak perlu datang ke sekolahan tersebut. PPDB bisa dilakukan di luar yaitu di Konter PPDB Online Kijang dan Tanjunguban. Tujuan dibangun konter itu untuk mempermudah orangtua siswa saja," katanya.

 

Pemkab Bintan Kucurkan Rp 17 Miliar Gratiskan Seragam dan Transportasi

Penyerahan perlengkapan sekolah dan seragam sekolah.

 

Bupati Bintan, Apri Sujadi berharap pelaksanaan PPDB jenjang SD dan SMP di tahun ini dapat berjalan dengan lancar. Dia juga meminta Disdik Bintan dapat terus mengevaluasi guna kebutuhan daya tampung siswa. Baik SD maupun SMP.

"Kita ingin PPDB Online maupun sistem manual dapat berjalan lancar. Kita juga berkeinginan membantu dan mempermudah para orangtua murid," sebutnya.

Selain membantu dan mempermudah para orangtua mendaftarkan anaknya sekolah di 95 SD dan 41 SMP se-Kabupaten Bintan. Pemkab Bintan juga meringankan beban para orangtua untuk anak-anaknya bersekolah dengan mengucurkan APBD 2019 sebesar Rp 17 miliar.

Besaran dana itu dipergunakan untuk menggratiskan biaya masuk sekolah dan membeli pakaian dan perlengkapan sekolah untuk siswa SD dan SMP serta menyewa transportasi sekolah untuk mengantar dan menjemput anak-anak bersekolah.

"Jadi dana yang kami kucurkan ini untuk meringankan beban para orangtua menyekolahkan anaknya. Semuanya kita berikan secara gratis mulai dari masuk sekolah, pakaian sekolah hingga transportasinya," jelasnya.

 

Bupati Bintan, Apri Sujadi menyapa siswa-siswa pesisir yang hendak berangkat ke sekolah.

 

Untuk menggratiskan biaya sekolah dan pakaian sekolah. Pemerintah mengucurkan APBD sebesar Rp 5.541.375.000 yang terdiri dari pengadaan baju dan perlengkapan sekolah SD sebesar Rp 2.743.125.000 yang dilelang secara terbuka dan Rp 206.250.000 yang diserahkan kepada pihak ketiga.

Sedangkan pengadaan baju dan perlengkapan sekolah SMP sebesar Rp 2.293.110.000 yang dilelang secara terbuka dan Rp 298.890.000 yang diserahkan kepada pihak ketiga.

"Ini untuk membeli 5 jenis seragam sekolah SD dan SMP yaitu seragam osis lengkap, seragam pramuka lengkap, seragam batik lengkap, seragam kurung lengkap, dan seragam olahraga lengkap. Lalu, kita beli juga tas, kaos kaki dan sepatu sekolah untuk mereka," bebernya.

Kemudian untuk transportasi sekolah pemerintah mengucurkan dana APBD sebesar Rp 11.824.560.000. Diantaranya untuk menyewa transportasi laut berupa pompong sebanyak 22 unit yang menelan biaya Rp 2.970.860.000 dan menyewa bus sekolah sebanyak 52 unit dengan biaya Rp 8.853.700.000.

Dengan penyewaan dua jenis transportasi tersebut dipastikan semua siswa SD dan SMP yang bersekolah di Bintan maupun Tanjungpinang akan terlayani dengan maksimal. Baik melayani pengantaran maupun penjemputan.

"Tahun lalu sekitaran 43 bus dan belasan kapal yang kita sewa untuk melayani anak-anak Bintan bersekolah. Sekarang kita tambah jumlah armada yang kita sewa sehingga tidak ada lagi anak-anak Bintan yang tak terlayani dalam pergi dan pulang sekolah," ucapnya.

(adv)