PLN Batam Janjikan Minggu Pertama Mei Sistem Kelistrikan Aman

PLN Batam Janjikan Minggu Pertama Mei Sistem Kelistrikan Aman

Kantor PLN Batam.

Batam - PLN Batam terus mengupayakan pasokan energi listrik kembali normal menyusul adanya defisit daya akibat kerusakan pembangkit dalam beberapa pekan terakhir. 

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelontorkan Rp 9 miliar per pekan untuk membeli bahan bakar solar guna memaksimalkan operasional sejumlah PLTD di Batam. Langkah ini diambil agar defisit daya bisa semakin ditekan.

"Yang penting bagaimama kita mengatasi (defisit daya) ini, karena pemadaman ini di luar rencana pemeliharaan. Itu komitmen kami dari PLN," kata Dadan Kurniadipura usai bertemu dengan Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Selasa (30/4/2019).

Dadan menyampaikan rusaknya tiga pembangkit di Panaran, Tanjung Kasam, dan Tanjung Uncang membuat Batam mengalami defisit daya 70 Mega Watt. Kondisi ini membuat sejumlah wilayah mengalami padam bergilir.

Langkah strategis lain yang sudah dilakukan PLN Batam adalah dengan menyewa mesin pembangkit berkekuatan 40 MW dari Inggris.

"Biaya sewa mesin pembangkit dari Inggris ini 50 ribu poundsterling per pekannya," kata Dadan tanpa menyebut durasi masa sewa.

Dia berkomitmen defisit daya di Batam dapat teratasi secara bertahap dan pada 5 Mei 2019 mendatang diharapkan bisa kembali normal.

Sementara itu, Ketua HKI Kepri, Oka Simatupang menyampaikan pihaknya sengaja mendatangi PLN Batam untuk meminta kepastian normalnya pasokan listrik. 

Permintaan yang dilayangkan HKI kepada kepada PLN Batam bukan tanpa alasan hal ini demi meyakinkan investor jika mereka akan nyaman berinvestasi di Batam. Terutama ketika investor datang berkunjung ke Batam, diharapkan mereka tidak melihat pemadaman.

"Ini saya datang bersama investor yang besar dari luar dan mereka sangat khawatir, kalau hal ini tidak diatasi," ujarnya. 

Hal ini karena pemadaman listrik yang terjadi di kawasan industri sangat merugikan investor, terutama dalam proses produksi. 

(das)