DPRD Kepri Minta Pasokan Listrik Aman saat Pemilu, PLN Batam: Kami Siap

DPRD Kepri Minta Pasokan Listrik Aman saat Pemilu, PLN Batam: Kami Siap

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kepri, Surya Makmur Nasution.

Batam - DPRD Provinsi Kepri meminta pasokan listrik aman, terutama saat proses pemungutan suara dalam Pemilu, 17 April 2019 mendatang.

Permintaan itu disampaikan dalam agenda Rapat Dengar Pendapat di Kantor PLN Batam, Batam Center, Senin (15/4/2019)

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kepri, Surya Makmur Nasution, dalam pertemuan tersebut, menyampaikan jangan sampai ada pemadaman saat prosesi Pemilu berlangsung.

"Tadi kita sudah mengatakan bahwa kita ada momen penting, kita harapkan agar tidak terjadi black out di kabupaten/kota. Kita minta harus ada jaminan tanggal 17 April tidak ada pemadaman," kata Surya Makmur.

Dari catatan Surya Makmur, pada Rabu mendatang, beban puncak di Batam tidak mencapai 452 MW. Ditambah lagi pada hari itu seluruh industri libur sehingga beban yang ditanggung pembangkit lebih ringan. 

"Menurut PLN karena masuk libur, daya keandalannya akan lebih kuat. Tapi yang kita minta setelah itu, di Tanjungpinang pun kita minta seperti itu," katanya. 

Hal itu karena pada masa penghitungan menjadi masa rawan sehingga listrik sangat dibutuhkan dalam proses penghitungan. Terutama saat proses penghitungan cepat dari masing-masing kecamatan. 

"Jangan sampai 17 April ada persoalan, karena penghitungan itu jika ada sesuatu yang tidak baik bisa jadi ruwet," ujarnya. 

Corporate Secretary PLN Batam, Denny Hendri Wijaya, menyatakan jika hal terkait kelistrikan pada masa pemilu tak perlu dirisaukan karena PLN sudah menyiapkan antisipasi. 

"Hari ini sudah aman, kita harap tidk ada gangguan. Kan libur jadi pabrik-pabrik juga tidak bekerja dan pembangkit-pembangkit akan bekerja lebih sedikit," ujarnya. 

Selain itu PLN Batam juga sudah menyerahkan 13 genset yang tersebar di setiap kecamatan, Kantor KPU dan juga Kantor Bawaslu. 

Genset ini akan dipinjamkan hingga 5 Mei 2019. Selain genset, PLN Batam juga mengerahkan tenaga teknisnya untuk bersiaga di setiap kecamatan.

"Pokoknya KPU tahunya nyala aja, jadi semua dari kita. Petugas gangguan juga di sana standby, jadi di sana personelnya jaga bergantian juga," pungkasnya. 

(das)