Melepuh, Tubuh Korban Ledakan di PT MOS Karimun
Ledakan terjadi di galangan kapal PT MOS Karimun, membuat dua pekerja mengalami luka bakar serius. (Foto: ist)
Karimun - Proyek perbaikan kapal di PT Multi Ocean Shipyard (MOS) Kabupaten Karimun menelan korban dari ledakan tangki. Dua korban kini dirawat Intensif di Rumah Sakit karena luka bakar serius.
Kedua orang tersebut langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Muhammad Sani dan Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Kabupaten Karimun untuk mendapatkan perawatan medis.
Bedasarkan informasi yang didapat dua orang korban tersebut bernama Iman dirawat di RSUD HM Sani dan Rahim di RSBT. Kulit di sekujur tubuh mereka tampak melepuh akibat terbakar.
Faisal, salah satu anggota keluarga korban atas nama Iman mengatakan, kondisi korban mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya dari bagian muka hingga kaki.

Salah satu pekerja korban ledakan di PT MOS
"Dari muka sampai kebawah luka bakarnya, sekarang masih di IGD dalam perawatan dokter," kata paman korban.
Sementara berdasarkan keterangan dokter Ihsanul Rizal, yang menangani salah satu korban mengatakan, kondisi pasien saat ini masih stabil dan sedang dirawat di ruang ICU RSUD Karimun.
"Korban dibawa ke rumah sakit dalam keadaan sadar dengan luka bakar disekujur tubuhnya sekira pukul 18.12 Wib. Terhadap pasien kita sudah lakukan pembersihan terhadap luka bakarnya dan kita berikan therapy cairan pada tubuhnya" katanya di RSUD Muhammad Sani.
Berdasarkan pemeriksaan tim medis, luka bakar yang dialami oleh korban masih tergolong sedang atau 65,25 persen.
Saat ini, untuk penanganan lebih lanjut pihaknya masih berkonsultasi bersama dokter spesialis bedah, untuk kemudian dilakukan operasi.
"Kita masih konsultasi bersama dokter bedah, luka bakarnya 65,25 persen dan itu kategori sedang. Lukanya ada dibagian muka, dada, punggung dan kaki," ujarnya.
Sementara itu terkait kejadian tersebut, Polres Karimun masih belum dapat memberikan keterangan resmi. Saat ini polisi sedang melakukan olah TKP untuk memastikan penyebab ledakan tersebut.
"Masih diselidiki, coba nanti langsung dikonfirmasi ke Kasat Reskrim," ujar Kapolres Karimun, AKBP Hengky Pramudya.
(aha)
Komentar Via Facebook :