Jeritan Istri Pejabat BPKP Kepri yang Dirampok
Kalau Ini Perampokan, Kenapa sampai 6 Orang Pelakunya?
Nurmaidah, istri pejabat BPKP Kepri yang tewas dibunuh dengan dugaan motif perampokan, saat melihat rekonstruksi pembunuhan, Kamis (18/6/2015). (Foto: Alfi Kurnia)
BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Proses rekontruksi pembunuhan auditor yang juga pejabat BPKP Kepulauan Riau (Kepri) Krisman Irianto Hutahaean disaksikan sejumlah keluarga termasuk istri Krisman, Nurmaidah Sitinjak.
Keduanya histeris melihat adegan demi adegan yang diperankan dua orang pelaku. Rekonstruksi pembunuhan itu digelar pada Kamis (18/6/2016) sekira pukul 11.00 WIB, di rumah kosnya Krisman di Jalan Kartini I, di Kecamatan Sekupang, Kota Batam.
"Tega kau ya, kurang ajar kau setan, gak punya otak kau," kata Ati Aritonang, salah seorang keluarga Krisman saat rekonstruksi berlangsung pada Kamis (18/6) siang.
Ati pada saat itu terlihat mendampingi istri Krisman, Nurmaidah Sitinjak. Menurut Nurmaidah, motif pembunuhan terhadap Krisman bukan karena unsur perampokan, melainkan ada dugaan motif lain.
Sebab, menurut Nurmaidah, tidak masuk akal bila satu orang, harus di bunuh dengan enam orang.
"Saya nggak yakin pembunuhan ini motif perampokan, menurut saya pasti ada dalang di balik pembunuhan ini," kata Nurmaidah.
Auditor senior Krisman Irianto Hutahaean, pejabat BPKP pada Februari 2014, ditemukan tewas di kamarnya dengan luka tusuk di sekujur tubuh.
Ia dihabisi ketika warga Kartini Sekupang sedang menjalankan ibadah salat Jumat. Pelaku membawa kabur laptop milik korban.
Selang setahun lebih, atau sekitar bulan Mei 2015, jajaran Polresta Barelang menangkap dua dari enam pelaku. Dua pelaku tersebut Edi Ishak dan Mat Sholeh. Keduanya ditangkap di Palembang, Sumatera Selatan.
Polisi juga menangkap Rusli penadah telepon genggam milik Krisman. Dari tangan kedua tersangka pihak kepolisian mengamankan barang bukti, berupa dua unit handphone genggam, satu unit sepeda motor, satu BPKB dan uang Rp 650 ribu.
Krisman memang tinggal seorang diri di tempat kos tersebut. Sehari-hari ia juga menggunakan motor dinas. Selain itu ada beberapa barang berharga Krisman yang tidak hilang saat ia ditemukan tewas.
Pihak keluarga korban sempat curiga Krisman dihabisi terkait pekerjaan sebagai auditor BPKP Kepri. Krisman sebelum kejadian dugaan perampokan disertai pembunuhan itu sedang memeriksa keuangan RSUD Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, serta Perusda Karimun.
Belakangan mencuat kasus alkes di RSUD Karimun yang diduga sarat dengan dugaan korupsi. Kasus ini sedang diselidiki aparat hukum Kepulauan Riau.
[alf]

Komentar Via Facebook :