Tour de Bintan Dirajai Pebalap Inggris dan Belanda

Tour de Bintan Dirajai Pebalap Inggris dan Belanda

Kadisparbud Bintan, Wan Rudi Iskandar mengalungkan medali kepada Alan Blakie, Juara TdB 2019 Kelas GF Classic Men 140 Km. (Foto: Ary/Batamnews)

Bintan - Atlet asal Inggris yang bermukim di Singapura, Alan Blakie berhasil menjadi pebalap sepeda tercepat dalam Tour de Bintan (TdB) 2019 Kelas Gran Fondo (GF) Classic Kategori Pria.

Pengalungan medali dilakukan di Terminal Bus Simpang Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong, Sabtu (30/3/2019).

Pria bernomor punggung 234 dari Team Integrated Riding Racing itu melibas lintasan sejauh 140 Km dengan catatan finish 03 jam, 31 menit dan 52 detik.

Di posisi kedua diraih oleh David Cheam asal Malaysia. Pria bernomor punggung 256 dari Team Matador Racing ini berhasil finish dengan catatan waktunya 03 jam, 31 menit dan 53 detik.

Sedangkan podium ketiga diperoleh Anand Chandran. Pria asal Singapura dengan nomor punggung 254 dari Team 4T2 ini finish dengan catatan waktunya 03 jam, 31 menit dan 53 detik.

"Juara 1,2 dan 3 Kelas GF Classic Men ini beda tipis waktu finishnya. Hanya berbeda menit bahkan detik," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bintan, Wan Rudi Iskandar.

Untuk Kelas GF Classic Kategori Wanita (Women) dengan jarak tempuh yang sama dimenangkan oleh Annemiek Stegehuis. Wanita asal Belanda dengan nomor punggung 48 dari Team Paco Tora Concap ini berhasil menjadi yang tercepat dengan catatan waktu finish 03 jam, 56 menit dan 52 detik.

Podium kedua disabet oleh atlet asal Malaysia, Yann Kai Oh. Wanita bernomor punggung 55 dari Team Project 852 ini berhasil finish dengan catatan waktu 03 jam, 56 menit dan 52 detik.

Lalu diposisi ketiga diraih oleh Chelsie Tan. Atlet asal Singapura dengan nomor punggung 29 dari Team Bike Labz Racing ini finish dengan catatan waktu 04 jam, 00 menit dan 56 detik. "Mereka atlet yang dilepaskan pertama. Meskipun hujan mereka tetap semangat dan finishnya tidak beda jauh dengan kategori pria," katanya.
 
Para sang juara ini, kata Wan Rudi, merupakan atlet-atlet yang mendapatkan tiket emas untuk mengikuti iven selanjutnya. Yaitu Kejuaraan Dunia Gran Fondo UCI yang berlangsung di Poznan, Polandia, September 2019 mendatang.

"TdB ini salah satunya di Asia Tenggara yang jadi bagian dari Seri Dunia UCI Gran Fondo World. Seri partisipasi master dan amatir terdiri dari 21 acara kualifikasi di seluruh dunia," ucapnya.

Atlet Lokal Dominasi Kelas 82 Km

Sementara itu, atlet Indonesia memborong juara TdB 2019 Kelas Grand Fondo (GF) Challange 82 Km .

Keberhasilan Indonesia di kelas yang satu ini mampu menyita perhatian para atlet-atlet dari negara lainnya. Sebab raihan yang diraup atlet negara ini tidak tanggung-tanggung, mulai dari posisi tercepat pertama sampai posisi ke tujuh.

"Di kelas satu ini, atlet asal Tanjungbalai Karimun yang terbanyak memboyong podium," ujar CEO MetaSport, Nathalie Marquet.

Podium pertama TdB Grand Fondo Challange 82 Km ini disabet oleh Panji Bevindra Pratama. Pria bernomor punggung 1073 dari Team YGSK Disparbud Pemkab Karimun ini berhasil mengukir catatan waktu finish 02 jam, 21 menit dan 02 detik.

Kedua diraih Yoga Pratama Putra. Pria dengan nomor punggung 1167 dari Team 58 Cycling ini finish dengan catatan waktunya 02 jam, 21 menit dan 24 detik.

Ketiga diperoleh Suryono Yono dengan nomor punggung 1076. Pesepeda dari Team YGSK Disparbud Pemkab Karimun ini finish dengan catatan waktunya 02 jam, 21 menit dan 24 detik.

Selanjutnya, Suharso dengan nomor punggung 1163 sari Team YGSK Disparbud Pemkab Karimun dengan catatan waktu finish 02 jam, 21 menit dan 24 detik. Lalu, Wilim Martheus dengan nomor punggung 1212 dari tmTeam Mighty Riders denga catatan waktu finish 02 jam, 21 menit dan 24 detik.

Berikutnya, Junaidi Gunaidi Mahendra dengan nomor punggung 1013 dari Team YGSK Karimun Cycling. Berhasil finish dengan catatan waktunya 02 jam, 21 menit dan 25 detik. Kemudian Arif Chandra dengan nomor punggung 1068, finish dengan catatan waktunya 02 jam, 21 menit dan 25 detik.

"Dari posisi pertama sampai ketujuh diraih atlet asal Indonesia. Sedangkan di posisi kedelapan didapatkan atlet Inggris, Scott Hooper. Pria dengan nomor punggung 1116 ini finish dengan waktu 02 jam, 21 menit dan 25 detik," katanya.

Atlet Indonesia, kata Nathalie, merupakan peserta terbanyak ke tiga yang mengikuti event olahraga dunia ini setelah Singapura dan Inggris.

"Dari 1.200 atlet yang ikut ambil bagian di TdB 2019 ini, sebesar 11 persennya disumbangkan dari pebalap Indonesia," ucapnya.

(ary)

Komentar Via Facebook :