Kampanye di Media Massa Minim, Bawaslu: Diberi Kesempatan Malah Tak Dimanfaatkan

Kampanye di Media Massa Minim, Bawaslu: Diberi Kesempatan Malah Tak Dimanfaatkan

Media gathering Bawaslu Karimun di Hotel Alishan. (Foto: Edo/batamnews)

Karimun - Peserta pemilu di Kabupaten Karimun dinilai kurang memanfaatkan tahapan kampanye melalui media masa. Hal itu disayangkan Bawaslu Kabupaten Karimun setelah dibukanya tahapan kampanye terbuka.

Bawaslu Kabupaten Karimun Tiuridah Silitonga merasa miris dengan kondisi ini. Padahal, kesempatan berkampanye telah dibuka lebar sesuai aturan.

"Miris juga. Setelah dibuka mereka tidak memanfaatkannya. Tapi ketika tidak pada waktunya, mereka malah curi-curi," ungkap Tiuridah Silitonga dalam acara media gathering di Hotel Alishan, Kecamatan Tebing, Karimun, Kamis (28/3/2019).

Jadwal kampanye terbuka bagi peserta pemilu dijadwalkan sejak tanggal 24 Maret 2019 hingga 13 April 2019 mendatang.

Nantinya, setelah tahap tersebut, peserta pemilu tidak boleh lagi melakukan kampanye dalam bentuk apapun karena telah masuk ke dalam tahapan masa tenang.

Tiur menyebut lembaganya juga belum menemukan ada peserta pemilu yang berkampanye melalui media massa. "Dari pantauan tidak ada pula kampanye lewat media masa. Entah apa kendala dari peserta pemilu sekarang ini," ujarnya.

Untuk saat ini, lanjut dia, banyak peserta pemilu yang berkampanye dengan cara blusukan dan memposting media sosial.

Sementara Ketua Bawaslu Kabupaten Karimun, Nurhidayat menyampaikan media massa memiliki peran vital dalam penyelenggaraan pemilu.

"Pemberitaan harus sesuai, tidak memojokkan dan berita bohong, dan yang tidak sesuai aturan dan pemberitaan harus berimbang," kata Dayat mengingatkan.

Sejauh ini, berdasarkan hasil pemantauan pihaknya untuk di Karimun belum ada media yang melakukan pelanggaran aturan pemilu.

"Diharapkan kepada para peserta pemilu agar dapat memanfaatkan tahapan-tahapan yang hanya tinggal 20 hari lagi," ucapnya

Kegiatan yang bertema "peran media dalam kampanye, melalui media masa cetak, elektronik dan internet serta dalam menjaga stabilitas politik menjelang pemilu 2019" tersebut dihadiri para pewarta dari media elektronik, cetak dan online.

(aha)