Jalani Sidang Pidana Pemilu, Herman Didampingi 13 Penasehat Hukum

Belasan penaehat hukum yang mendampingi Herman dalam sidang pidana pemilu di PN Tanjungpinang. (Foto: Yogi/batamnews)

Tanjungpinang - Sidang perkara pidana pemilu dengan terdakwa Herman, dosen STIE Pembangunan digelar perdana di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Jumat (8/3/2019) sekira pukul 10.30 WIB.

Dalam sidang ini, Herman yang didakwa membantu caleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berkampanye di kampus, didampingi 13 penasehat hukum dari Peradi Tanjungpinang. 

Dakwaan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Zaldi Akri. Sidang yang dipimpin Monalisa Siagian, Awanis Sutiowati, dan Enda Karmila Dewi berjalan lancar.

Dalam bacaan surat dakwaan Herman diduga melanggar aturan kampanye. "Terdakwa diduga melakukan tindak pidana pemilu," kata Zaldi. 

Herman diketahui ikut mengampanyekan dosen Ranat Mulia Pardede yang merupakan caleg dari PSI di Kampus STIE Pembangunan Januari 2019 lalu. Ranat saat ini juga menjalankan sidang dan akan menerima putusan sore nanti.

Baca: Ditetapkan Tersangka, Caleg PSI Serang Balik Bawaslu Tanjungpinang

Dalam dakwaan disebutkan Herman memperkenalkan Ranat di depan mahasiswa yang sedang ujian semester ganjil di Kampus STIE Pembangunan Tanjungpinang. 

"Minta waktu sebentar ya, ini dosen (Ranat) kalian mohon doa dan dukungannya secara moril," kata Herman ketika itu. 

Tak hanya dikelas tersebut, Herman juga mengajak mahasiswa dengan terang-terangan di ruangan kelas lain. 

"Maaf mengganggu, minta waktu sebentar ya, ini ada dosen kalian yang mau nyaleg, mohon doa dan dukungannya secara moril,"  kata Herman.

Setelah itu, kronologi berujung kepada pemberian kartu nama. Di dalam kartu nama tertera nomor caleg dan cara pencoblosan. 

Setelah pembacaan dakwaan. Herman langsung akan mengajukan eksepsi melalui penasehat hukumnya. Ketua majelis hakim mengatakan persidangan kasus ini akan ditutaskan dalam tujuh hari kedepan dan dilanjutkan pada Senin (11/3/2019) dengan agenda eksepsi.

Sebelumnya kasus pelanggaran kampanye ini mencuat setelah mahasiswa STIE melapor ke Bawaslu. Bahwa yang dilakukan Ranat menurut mereka pelanggaran pemilu. 

(tan)