Masjid, Alquran dan Motivasi Anak Muda Ala Nurdin Basirun

Masjid, Alquran dan Motivasi Anak Muda Ala Nurdin Basirun

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun memberikan ceramah pada anak-anak dalam sebuah kegiatan subuh berjemaah. (Foto: ist)

MELANGKAH ke pulau-pulau. Bergerak dari satu masjid dan mushala sepanjang subuh. Memberi pesan memotivasi anak muda dan anak-anak di pulau. Hal ini tengah menjadi salah satu pekerjaan rutin Nurdin Basirun.

Gerakan Safari Subuh dilakukan Gubernur Kepri. Menariknya, masyarakat pun kian tertular untuk salat subuh di masjid atau musala.

“Kalau Pak Gubernur mengajak shalat subuh berjamaah, itu sudah paling benar,” kata KH Abdullah Gymnastiar saat subuh di Batam akhir Maret lalu.

Aa Gym, panggilan akrab KH Abdullah Gymnastiar, memang menyokong seruan Gubernur H Nurdin Basirun yang mengajak umat untuk beraktivitas dengan memulai shalat subuh berjamaah di masjid-mushala. Aa Gym, mengaku senang jika jamaah memenuhi rumah Allah dalam berjamaah saat shalat Subuh.

Dalam rangkaian safari subuh dan kunjungan ke pulau-pulau, Nurdin selalu mengajak jamaah untuk membekali anak-anak dengan ilmu agama yang cukup sejak dini. Mereka juga harus diberikan pengetahuan terbaik, baik ilmu maupun teknologi.

“Dari merekalah Kepri bisa menjadi sebuah daerah yg memiliki daya saing secara nasional maupun internasional,” kata Nurdin.

Karena itu, Nurdin menganjurkan orang tua untuk membiasakan diri membangunkan anak-anaknya sejak subuh. Anak-anak ada baiknya mulai diajak beraktivitas sejak fajar dengan subuh berjamaah sebelum mengikuti rutinitas sehari-hari.

“Tak masalah mereka dibangunkan. Dibiasakan untuk beraktivitas secara baik dengan salat Subuh. Insya Allah akan jadi terbiasa nantinya,” kata Nurdin.

Menurut Nurdin membiasakan anak-anak menjadikan masjid laman bermain sangat baik. Mereka jangan dilarang untuk beraktivitas positif di masjid-masjid. "Karena, anak-anak inilah generasi penerus bangsa. Jadikan mereka generasi dengan karakter Islam yang kuat," sebutnya di tiap kesempatan.

Dalam perjalanannya, Nurdin menuturkan, anak-anak harus belajar mandiri. Mengikuti pendidikan di pesantren atau sekolah Islam terpadu bagian dari membangun kemandirian tersebut. Selain itu juga memperkuat jiwa sosial mereka. Nurdin juga menyampaikan, kemajuan teknologi memang sebaiknya digunakan untuk kebaikan umat.

Ia sangat ingin mewujudkan Kepri menjadi Provinsi yang Qurani. Pulau-pulau di Kepri akan terus menghasilkan para qori/qoriah dan hafiz hafizah yang perlu mendapat perhatian khusus.

“Sudah banyak budak pulau yang jadi qori qoriah hebat, jadi hafiz hafizah. Saya punya mimpi ke depan Kepri punya perkampungan yang masyarakatnya banyak menghasilkan para ahli Quran, hafal Al Quran dan tafsirnya. Sehingga impian Kepri menjadi Provinsi yang Qurani dapat terwujud,” kata Nurdin.

Nurdin mengutarakan juga bahwa di Pulau Nyiur Karimun bisa menjadi percontohan program perkampungan Qurani. Pulau Penyengat yang sangat kuat dengan sejarah dan peradaban perkembangan Islam pada jamannya juga perlu menjadi perhatian untuk dikembangkan menjadi perkampungan Qurani.

"Jika generasi muda banyak yang lebih mencintai Al-Quran, belajar dan memahami Al-Quran secara serius insyaallah Kepri semakin aman damai sejahtera dan keberkahan berlimpah, tidak suka saling iri dengki apalagi hujat menghujat. Masyarakatnya akan senantiasa berperilaku dan menjadikan Al-Quran sebagai pegangan dan pedoman hidupnya," terangnya.

"Dengan menciptakan generasi ke depan yang cinta Al-Quran insyaallah segala tindak laku, dan setiap menghadapi permasalahan hidup semua akan kembali kepada Al-Quran sebagai pedoman hidup kita selaku umat Islam,” harap Nurdin.

(fox)