Bintan Tangkap Peluang Perang Dagang Amerika Vs China

Bintan Tangkap Peluang Perang Dagang Amerika Vs China

Bupati Bintan, Apri Sujadi (Mengenakan topi hijau) bersama Wakil Ketua 1 DPRD Bintan, Agus Wibowo dan GM PT BIIE, Aditya Laksamana meninjau aktivitas fumigasi di Pelabuahn PT BOMC (Foto:Ary/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Bintan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan, Kepulauan Riau, akan menangkap berbagai peluang usaha dalam gencatan perang dagang antara Amerika dan China. Hal ini disampaikan Bupati Bintan, Apri Sujadi di Bintan Villa, kemarin.

Menurut Apri, perang dagang yang saat ini terjadi bisa berdampak pada perkembangan perekonomian di Kabupaten Bintan.

"Perkembangan investasi selalu menyesuaikan dengan kondisi investasi internasional. Jadi dalam waktu dekat ini kita akan gencar membangkitkan sektor industri dan pariwisata dalam momen menangkap potensi dalam perang dagang ini," kata dia.

Perkembangan investasi di Bintan pada 2018 lalu mengalami kenaikan yang pesat dibandingkan sebelumnya. Tercatat, sebanyak 252 Penanaman Modal Asing (PMA) yang akan mengembangkan usahanya disini dengan total investasi sebesar US$ 1000,68 miliar.

Sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebanyak 77 perusahaan dengan nilai investasi Rp462 miliar.

"Tahun ini kita akan bersinergi di semua lini sektor. Sehingga PMA dan PMDN yang diraup di 2019 akan lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya," sebutnya.

Saat ini, kata Apri, sektor pariwisata masih unggul di Bintan. Sebab 60 persen Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bintan setiap tahunnya disumbangkan dari lini sektor tersebut.

Kemudian pariwisata Bintan juga ikut menyumbang kunjungan wisatawan tertinggi ke-3 di Indonesia setelah Bali dan Jakarta. Bahkan wisatawan yang datang ke Bintan 10 kali lipat dari jumlah penduduk yang mendiami 10 kecamatan.

Agar pariwisata di Bintan terus menggeliat, Apri akan berupaya keras untuk mendongkrak pariwisata di wilayah Timur Bintan berkembang. Caranya dengan mengoperasikan Pelabuhan Berakit, Kecamatan Teluk Sebong.

Lalu, terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat perizinan dan pembangunan Bandara Busung.

"Kita juga akan ciptakan industri kreatif untuk warga tempatan. Jadi wisatawan tidak melulu menginap tapi juga datang ke kecamatan-kecamatan dan membeli oleh-oleh buatan warga," katanya.

Selanjutnya di bidang idustri, Bintan memliki dua industri yaitu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang dan Kawasan Industri Lobam. Industri di Lobam akan segera menarik investor-investor dalam membangun industri ringan dan berat.

Kemudian untuk di KEK Galang Batang akan mengelola segala jenis industri berat yang berkaitan dengan tambang maupun lainnya.

"Di Industri kita tidak hanya memikirkan merubah regulasi untuk memudahkan investor masuk. Tetapi juga menciptakan SDM yang berkualitas agar bisa direkrut untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja," jelasnya.

Melalui pariwisata dan industri yang memiliki fasilitas lengkap serta mampu memberikan ketetapan hukum yang tetap, keamanan dan kenyamanan, dipastikan perang dagang antara Amerika Serikat dan China dapat ditangkap oleh Bintan secara maksimal.

"Kalau semuanya serba ada, pasti investor berlomba-lomba berinvestasi disini. Kalau banyak yang berinvestasi maka lapangan kerja terbuka lebar dan masyarakat tidak ada lagi yang menganggur," ucap Apri.

(ary)

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :