Tangani Banjir Tanjungpinang Jangan Seperti Obati Sakit Gigi
Warga mengevakuasi bocah yang terseret arus banjir di Tanjungpinang (Foto: Batamnews)
Tanjungpinang - Banjir di Tanjungpinang pekan lalu mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Peristiwa itu menjadi sorotan pemerintah daerah baik Provinsi Kepri maupun Kota Tanjungpinang.
Banjir terjadi diduga akibat tersumbatnya drainase di beberapa kawasan di Tanjungpinang. Baik pejabat Pemprov, Pemko, Basarnas, kepolisian berjibaku mengatasi hal itu.
Gubernur Kepri Nurdin Basirun juga menanggapi kondisi banjir tersebut. Menurutnya penanganan banjir harus cepat dan terencana.
"Banjir di ibu kota ini (Tanjungpinang) jangan seperti sakit gigi, ada banjir baru sibuk cari obat," kata Nurdin, Senin (21/1/2019).
Baca: Terjatuh dari Motor, Seorang Bocah Tewas Terseret Banjir di Tanjungpinang
Nurdin mengatakan, memang kawasan terdampak banjir bukan hanya di kawasan yang menjadi tangungjawab Pemko Tanjungpinang, namun ada juga di wialayah Pemerintah Provinsi. Nurdin sudah mempersiapkan beberapa langkah pencegahan.
"Kita sudah koordinasi dengan wali kota untuk penanganan ini, untuk mengatasi banjir ini secara permanen di beberapa titik," ujar Nurdin.
Nurdin juga mengatakan, sudah menganggarkan tahun ini untuk penanganan banjir tersebut. "Penanganan ini memang harus direncanakan, jangan sampai spontanitas," katanya.
Dalam waktu jangka pendek, lanjut Nurdin, Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepri sudah mengambil tindakan seperti menguras dan membersihkan drainase.
(tan)

Komentar Via Facebook :