Damri Sei Pinang-Daik Lingga Setop Operasi, Warga: Kapan Jalan Lagi?

Ilustrasi

Lingga - Sejumlah warga yang berada di wilayah Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga mengeluh dengan terhentinya aktivitas mobil Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (Damri) sejak awal Januari 2019.

Padahal, transportasi tersebut kian diminati warga Lingga Timur dan sebagian desa di Kecamatan Lingga Utara menuju Ibu Kota Kabupaten Lingga, Daik.

"Dengan adanya Damri ini kami sangat terbantu, kalau mau pergi ke Daik dari Sungai Pinang, atau desa yang searah, lebih mudah. Tapi ini katanya habis kontrak," kata salah seorang warga, Man kepada Batamnews.co.id, Rabu (9/1/2019).

Ia mengaku, jika menggunakan ojek dari wilayah Lingga Timur menuju Daik, bisa menghabiskan sekitar Rp70.000. Dengan menggunakan Damri bisa lebih murah yakni hanya belasan ribu rupiah saja.

"Kami harap dapat segera beroperasi kembali. Kami sangat terbantu dengan adanya Damri ini," ucapnya.

Hal serupa juga disampaikan warga lainnya, Wati. Menurut dia, Damri saat ini menjadi moda transportasi darat yang menjadi pilihan untuk warga yang berada di jalur Lintas Timur ketika bepergian ke Daik.

Meskipun kondisi jalan yang dilalui cukup parah, tapi tak menyurutkan niat warga untuk menggunakan jasa angkutan tersebut.

"Kalau sekarang mau ke Daik harus naik ojek. Damri belum jalan, tak tahu juga kenapa," katanya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lingga, Selamat sampai saat ini belum bisa dimintai keterangan.

Diketahui, kehadiran mobil Damri di Kabupaten Lingga sangat membantu warga setempat. Pasalnya, warga pelosok yang semula sulit untuk menuju pusat kota Daik kini lebih mudah.

(ruz)