https://www.batamnews.co.id

Jembatan Rampung, Kades Pengujan Malah Bingung Karena Hal Ini

Jembatan Desa Pengujan. (Foto: mejaredaksi.co.id)

Bintan - Jembatan penghubung antara Desa Pengujan dan Dusun I yang dibangun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang menelan APBD Rp 14 miliar telah selesai dikerjakan. 

Rencananya jembatan megah sepanjang 280 meter di atas Selat Bintan 2, Kecamatan Teluk Bintan tersebut akan dioperasikan 2019 ini.

Kepala Desa (Kades) Pengujan, Zulfitri mengatakan warganya berharap agar Jembatan Pengujan itu bisa segera dioperasikan. Sebab jembatan ini merupakan impian warganya sejak puluhan tahun.

"Kami liat tak ada yang dikerjakan lagi dari jembatan itu. Tapi kami juga tak tau apakah jembatan ini sudah siap atau belum. Warga berharap tahun ini sudah bisa dilalui," ujar Zulfitri, Senin (7/1/2019).

Meskipun belum diketahui jadwal pengoperasian jembatan ini. Pihak desa bersama warga sudah mulai mempersiapkan aturan mengenai lalu lintas pengguna jembatan itu. Khususnya kendaraan roda empat. 

Sebab, kata Zulfitri, jembatan pengujan ini memiliki lebar sekitar 3 meter. Sehingga hanya bisa dilalui satu kendaraan roda empat saja. Apabila dua kendaraan melintas salah satu harus mengalah.

"Sambil menunggu berbagai syarat-syarat teknis seperti perawatan atau serah terima asetnya. Kami juga diskusi bersama pihak terkait mengenai lalulintas kendaraan," jelasnya.

Agar kendaraan roda dua bisa melintas dengan lancar. Pastinya harus ada petugas penjaga dan pengawas jembatan tersebut. Namun untuk menggaji petugas tersebut dibutuhkan alokasi anggaran dan hal ini yang belum terpecahkan.

"Harus ada orang yang jaga. Tapi kami masih bingung bayar gajinya. Kalau ambil biaya dari pengendara takutnya dibilang pungutan liar, namun kalau dari desa, anggaran darimana. Inilah yang juga sedang didiskusikan," katanya. 

(ary)