Operator Ferry Batam-Singapura Tambah Lima Trip di Tahun Baru

Para calon penumpang kapal ferry dari Batam menuju Singapura di Pelabuhan Ferry Internasional, Batam Centre. (Foto: Ilham Yude/Batamnews)

Batam - Trafik penumpang jalur laut di pelabuhan Internasional Batam Centre meningkat di momen natal dan tahun baru.

Pada tahun 2017, jumlah terbanyak pengunjung jika ditotalkan hanya mencapai 13 ribu orang yang lewat. Sementara untuk tahun 2018 ini, kepadatan yang terjadi sudah berlangsung sejak akhir minggu kedua bulan Desember.

Manajer Operasional PT Sinergy Tarada, Rizan Nika Astaga menyebut dari data penumpang yang diterima pada Jumat (21/12/2018),  tercatat sudah ada 8.057 penumpang yang memadati pelabuhan, baik itu yang masuk maupun yang keluar Batam. 

"Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, sekarang ramai terus. Kita tidak tahu juga apa sebabnya," ujar dia.

Pada Sabtu (22/12/2018) lalu terjadi peningkatan menjadi 10.952 penumpang. Puncaknya pada hari Minggu (23/12/2018) terjadi peningkatan lagi menjadi 15.454 penumpang.

Penurunan sempat terjadi pada H-1 natal Senin (24/12/2018) dengan total ada 9.956 penumpang. Selasa (25/12/2018) sampai sekitar pukul 15.00 WIB, tercatat ada 8.673 penumpang. 

"Kondisi ini membuat agen-agen sampai harus menambah kapal sampai tanggal 30, nanti sudah ada penambahan tujuh kapal tambahan, itu akan meningkat lagi," kata Nika.

Untuk momen menjelang tahun baru 2019 sendiri, Nika mengatakan jumlah massa di pelabuhan ini akan mengalami peningkatan signifikan. Dimana pada hari pertama di tahun baru 2019 tersebut sudah ada penambahan lima trip dari satu agen kapal dengan rute Batam-Singapura.

Untuk itu, Nika mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memberikan pelayanan ekstra untuk mengantisipasi peningkatan ini bersama Imigrasi, Karantina, aparat keamanan dan stakeholder terkait memaksimalkan SDM yang ada untuk melayani penumpang.

"Nantinya seluruh pegawai sama sekuriti juga kita lemburkan,” ucap Nika.

Selain itu, Pelabuhan Internasional Batam Centre juga telah menyiapkan empat pintu otomatis (auto gate), dua di pintu masuk dan dua di pintu keluar. 

Dengan fasilitas ini para penumpang tinggal hanya menempelkan paspor miliknya untuk dipindai di pintu pertama, kemudian dilakukan pemindaian diri si pemilik paspor.

“Prosesnya nggak lama kok, nggak sampai satu menit,” kata Nika.

Namun, satu-satunya persoalan yang masih belum terselesaikan adalah ketersediaan area parkir di pelabuhan. Padahal pihaknya telah lama mengupayakan hadirnya lokasi untuk meletakan kendaraan pengguna pelabuhan ini, namun hal tersebut masih belum bisa tercapai.

(ude)