Penyempurnaan DPTHP2 Buka Peluang Warga Binaan Peroleh Hak Pilih

Penyempurnaan DPTHP2 Buka Peluang Warga Binaan Peroleh Hak Pilih

Bintan - KPU memperpanjang proses penyempurnaan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan tahap ke-2 (DPTHP2) selama 30 hari atau sampai 16 Desember 2018. Hal ini membuka peluang bagi para warga binaan di Bintan memperoleh hak pilih dalam Pemilu 2019.

Komisioner KPU Bintan Divisi Perencanaan dan Data, Haris Daulay mengatakan DPTHP2 Kabupaten Bintan sudah ditetapkan sebanyak 103.245 pemilih. Namun pihaknya mendapatkan instruksi dari KPU RI untuk kembali menjaring pemilih potensial.

"Jumlah DPTHP2 Bintan akan bertambah. Karena sesuai dengan instruksi KPU RI, ada penyempurnaan DPTHP2 lagi jadi kami diberikan waktu untuk prosesnya hingga pertengahan Desember mendatang," ujar Haris, Senin (26/11/2018).

Instruksi KPU RI itu terkait pemilih potensial itu antara lain mengakomodasi pemilih yang sedang proses dan belum melakukan perekaman e-KTP, menjamin hak pilih warga binaan, dan mengelompokkan ulang (re-grouping) pembentukan TPS dengan prinsip mempermudah daya jangkau pemilih.

"Jadi setelah didapat jumlah keseluruhan pemilih potensial. Kita diminta langsung memasukkan pemilih potensial itu ke DPTHP2," sebutnya.

Hasil pendataan pemilih potensial sementara di Kabupaten Bintan didapati sebanyak 1.175 pemilih. Mereka berasal dari kalangan yang tidak mengantongi KTP Elektronik (Non e-KTP). 

Dari data tersebut, kata Haris, berkisaran 1.000 lebih adalah warga binaan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tanjungpinang atau Lapas Batu 18 Kecamatan Gunung Kijang. 

"Sekarang ini, posisi warga binaan dan lainnya yang termasuk ke dalam pemilih potensial belum masuk DPTHP2. Namun perlu didata lagi untuk diproyeksikan ketahapan selanjutnya," jelasnya.

KPU optimis dari perpanjangan waktu tersebut, mampu menjaring masukan-masukan terbaru terkait dinamika atau perubahan keluar masuknya warga binaan di Lapas Batu 18.

Sebab jumlah penghuni di Lapas Batu 18 dipastikan akan berubah karena ada beberapa warga binaan baru yang dipindahkan dari Batam. 

"Data warga binaan lapas kemungkinan bertambah. Tapi pastinya belum tahu karena sedang dalam penjaringan," ucapnya. 

(ary)
 


Berita Terkait