6 Terdakwa Kasus Tarian Erotis di Engku Putri Divonis Penjara

6 Terdakwa Kasus Tarian Erotis di Engku Putri Divonis Penjara

Ilustrasi.

Batam - Proses hukum kasus tarian erotis di Dataran Engku Putri beberapa waktu lalu, memasuki babak akhir. Enam terdakwa divonis hukuman penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Batam dalam persidangan tertutup, Kamis (8/11/2018).

Tiga terdakwa masing-masing Aksa Kirana, Haryono Mulyono alias Bang Mul dan Angga Syahbana Putra yang merupakan panitia acara 3rd Aniversary NVLF Batam dan pelantikan Penjaga Marwah Rudi (PMR) divonis 8 bulan penjara potong tahanan. Mereka juga didenda Rp1 juta subsider 2 bulan kurungan. 

Majelis hakim yang terdiri dari Muhammad Chandra, Radite Ike Septina dan Jasael menilai para terdakwa terbukti melakukan tindakan pidana orang yang melakukan menyuruh melakukan atau turut melakukan setiap orang yang menjadikan orang lain sebagai objek atau model yang mengandung muatan pornografi.

"Para terdakwa terbukti melanggar pasal 35 dan 36 UU RI Nomor: 44 tahun 2008 tentang Pornografi juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP," demikian pendapat hakim PN Batam.

Sedangkan beberapa bukti diantaranya dokumen acara, satu unit handphone, satu unit mobil pemadam kebakaran, dua unit sepeda motor Yamaha Vixion, satu unit mobi Mitsubishi dikembalikan kepada masing-masing pemilik. 

Sementara itu, tiga terdakwa lain yakni Noppy Putri Lestary alias Ulan, Ratna Sari alias Nana dan Hesturina alias Rina sebagai penari divonis 7 bulan penjara potong tahanan. Mereka juga didenda Rp 1 juta subsider 2 bulan kurungan.

Vonis yang diterima para penari ini lebih ringan 1 bulan dibanding tuntutan jaksa Rumondang Manurung yang menuntut mereka dengan hukuman 8 bulan penjara.

Putusan itu disampaikan di halaman resmi SIPP PN Batam (http://sipp.pn-batam.go.id/). Dalam putusan tersebut terdakwa dalam kegiatannya mengambarkan ketelanjangan, eksploitasi seksual, persenggamaan, atau yang bermuatan pornografi terdapat didakwaan tersebut.

Baca: Hakim Geram, Terdakwa Kasus Tarian Erotis Berkilah di Sidang

Sebelumnya, kasus ini berawal saat kegiatan 3rd Aniversary NVLF Batam dan pelantikan Penjaga Marwah Rudi (PMR) pada Sabtu (14/4/2018). Saat itu gelaran tarian erotis di Dataran Engku Putri, Batam menuai banyak kritik. Apalagi saat itu bertepatan dengan momen peringatan Isra' Mi'raj.

(tan)
 


Berita Terkait