Heboh dugaan persekusi siswa SPN Dirgantara Batam

Orangtua Siswa Korban Dugaan Persekusi Tempuh Jalur Hukum

Orangtua Siswa Korban Dugaan Persekusi Tempuh Jalur Hukum

RS usai mediasi di Mapolresta Barelang. Siswa ini diduga dipersekusi pembina sekolah. (Foto: Johannes Saragih/Batamnews)

Batam - Orangtua korban siswa SMK Pernerbangan SPN Dirgantara yang diduga dipersekusi akan menempuy jalur hukum. 

Mereka tak terima anaknya ditangkap dan diborgol salah satu oknum kepolisian Polresta Barelang yang merupakan pembina di sekolah tersebut.

Laporan itu terkait adanya tindak kekerasan yang dialami siswa, RS ketika ditangkap.

Komisioner KPPAD Kepri, Erry Syarial mengatakan sementara ini orangtua korban positif akan membuat laporan ke Polresta Barelang.

Erry menyebutkan, orangtua korban juga menyetujui untuk mediasi kembali rencananya pada hari senin nanti.

Saat ini korban sudah selesai melakukan visum di rumah sakit Elizabeth. Tapi hasil visum belum keluar.

“Sudah dicek, diperiksa dan dikasih obat,” ucapnya, Sabtu (8/9/2018) malam.

Namun dari keterangan Erry, ditubuh siswa itu ditemukan luka pada bagian telapak kaki, biru di dagu, jejak bekas borgol di kedua pergelangan tangan dan memar di punggung.

Sebelumnya Kapolresta Barelang, Kombes Pol Hengki mengaku belum mengetahui apakah benar ada pemukulan atau tidak. 

Namun apabila benar, dia sudah memintakan pihak keluarga untuk memberikan hasil visum.

“Kalau memang ada pemukulan, tentu kita akan meminta visum. Bahkan tadi sudah kita suruh buat laporan. Jika memang dipukul itu oleh pembinanya, bukan sebut jabatan dia sebagai anggota polisi ya. Karena yang bersangkutan berstatus sebagai pembina di sekolah itu,” kata dia.

Namun Hengki menegaskan apabila memang terjadi pemukulan tetap akan diproses secara hukum.

“Kalau tidak diselesaikan secara kekeluargaan ya melalui proses hukum,” ujarnya.

(ude)