https://www.batamnews.co.id

Muatan Koral Berserak Bikin Macet, Gara-gara Tumiran Salah Parkir

Mobil truk roda enam yang disopiri Tumiran oleng setelah drainase tempatnya parkir amblas. (Foto: Afriadi/Batamnews)

Tanjungpinang - Jika anda sopir truk, hati-hati jika ingin memarkirkan kendaraan. Kejadian Jumat (24/8/2018) di Jalan DI Panjaitan Tanjungpinang bisa dijadikan contoh.

Adalah Tumiran, sopir truk roda enam ini tengah dilanda lapar setelah bekerja seharian bolak-balik menangkut batu koral untuk pengerjaan proyek di dekat Bandara RHF Tanjungpinang.

Melihat kedai nasi di pinggir jalan Kilometer 9 itu, Tumiran tak bisa lagi menahan seleranya untuk makan. Apalagi perutnya semakin keroncongan siang itu. Tak pikir panjang, truk yang memuat batu koral dengan bobot berton-ton itu langsung diparikannya saja di pinggir jalan.

Saking buru-burunya ingin makan, Tumiran lupa jika roda truknya berdiri di atas sebuah drainase yang ditutup dengan bahan coran semen di pinggir jalan.

Tak lama berselang, saat Tumiran menikmati suap demi suap nasi yang dimakannya, tiba-tiba gruduk! bunyi serakan batu koral berdesik mengagetkannya. Warga pun kaget. Ternyata truk yang diparkirkannya di pinggir jalan tadi oleng dan membuat muatan koralnya berserakan.

Roda belakang sebelah kiri truk itu amblas akibat permukaan penutup drainase yang tidak kuat menahan beban truk. Kejadiannya terjadi sekitar pukul 12.30 WIB.

“Saya mau makan, udah lapar kali dan tak memperhatikan parkir terlalu ambil kekiri, malah amblas,” kata Tumiran saat di lokasi.
 
Akibat kejadian itu, kemacetan di jalan itu pun tak terhindari. Tampak personel Satlantas Polres Tanjungpinang mengatur arus lalu-lintas jalan tersebut.

“Saya tidak tahu, karena banyak mobil parkir makanya saya parkir, dah lapar soalnya,” ujarnya.

Menurut sang sopir truk Tumiran kejadian itu berawal saat dirinya mengakut batu koral dari Dompak hendak dibawa ke Bandara RHF

Sebuah eskavator akhirnya diturunkan untuk memindahkan batu koral ke truk yang lainnya dan melakukan evakuasi truk yang amblas ke parit itu.

(adi)