https://www.batamnews.co.id

Memburuknya Ekonomi Batam, Kepala BI Kepri: Cobaan Berat untuk Batam

BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepri Gusti Raizal Eka Putra memaparkan indikasi ekonomi Batam yang memburuk. “Tiga bulan pertama tahun 2017 ekonomi Kepri hanya tumbuh 2,02 persen. Ini memang cobaan berat, khususnya Batam.“

Gusti memaparkannya pada seminar bertajuk bertajuk Tinjauan Ekonomi Batam Terkini yang diselenggarakan Generasi Muda (Gema) Minang di Hotel Novotel, Batam, pada Kamis (15/6/2017).

Ia menjelaskan, melemahnya ekonomi  Batam itu ditunjukan salah satunya dari segi makro. Sebut saja seperti melemahnya net ekspor hingga menyentuh kontraksi. Juga serapan proyek pemerintah yang sangat minim karena banyak kabupaten/kota yang terlambat mengesahkan APBD 2017.

“Ini nomor dua terjelek sejak 2009. Yang paling buruk adalah tahun 2009, dimana kita cuma tumbuh 0,9 persen.Tapi tetap saja ini membuat kita prihatin,” ujarnya

Gusti berharap, peran aktif warga Minang Kota Batam untuk menggairahkan ekonomi Batam. Soalnya komunitas Minang mengisi 24 persen komposisi masyarakat Batam yang dianggap bisa memberikan pengaruh signifikan untuk pemulihan ekonomi Kota Batam.

“Apalagi kebanyakan dari warga Minang adalah pedagang dan wirausaha. Pasti perannya sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Seminar ini diikuti peserta dari IKSB (Ikatan Keluarga Sumatera Barat), Perpat, GANN (Generasi Anti Narkotika Nasional), serta organisasi dan paguyuban lainnya yang ada di Batam, seminar ini juga menghadirkan dan Kapolres Barelang AKBP Hengki yang diwakili Kasat Bimas Polresta Barelang Kompol Firdaus.

Adapun Kasat Bimas Polresta Barelang Kompol Firdaus menjelaskan kondisi ekonomi yang memburuk akan berdampak langsung pada kondisi keamanan. Ia mengimbau agar masyarakat bisa menjadi polisi bagi diri sendiri agar bisa meminimalisir terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban.

"Sejumlah hal yang perlu menjadi atensi bagi masyarakat, yakni masalah narkoba, radikalisme, perdagangan manusia serta isu-isu yang beredar di media sosial, terutama sekali masalah hoax dan persekusi," ungkapnya di depan tamu undangan. *** (yogi)

 


Berita Terkait