https://www.batamnews.co.id

Buruknya Ekonomi Batam Jadi Fokus Diskusi Gema Minang

Seminar Gema Minang di Hotel Novotel, Batam, Minggu (18/6/2017). (Foto: batamnews.co.id)

BATAMNEWS.CO.ID, Batam – Buruknya perekonomian di Kota Batam tidak hanya menjadi perhatian permerintah maupun pengusaha, tetapi juga penting bagi organisasi kemasyarakatan seperti Generasi Muda (Gema) Minang. 

Bahkan mereka mengangkat isu ekonomi Batam dalam sebuah seminar yang bertajuk Tinjauan Ekonomi Batam Terkini yang  berlangsung di  Hotel Novotel, Batam, Kamis (15/6/2017).

Diikuti peserta dari IKSB (Ikatan Keluarga Sumatera Barat), Perpat, GANN (Generasi Anti Narkotika Nasional), serta organisasi dan paguyuban lainnya yang ada di Batam, seminar ini menghadirkan pembicara Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepri Gusti Raizal Eka Putra dan Kapolres Barelang AKBP Hengki yang diwakili Kasat Bimas Polresta Barelang Kompol Firdaus.

Ketua Gema Minang Antoni Lendra meminta semua pihak terutama perantau yang berasal dari Minang untuk tetap semangat dan bekerja keras. Komunitas Minang mengisi 24 persen komposisi masyarakat Batam yang memberikan pengaruh signifikan untuk pemulihan ekonomi Kota Batam.

Dia berharap masyarakat Minang tidak menyerah dengan keadaan ini. "Sebagai orang minang, semangat perantau sudah ada sejak lama dalam diri kita," ujar pria yang biasa disapa Bony itu. 

Bony melanjutkan, seminar ini sengaja digelar agar para pemuda Minang mendapat gambaran umum tentang kondisi ekonomi, sosial dan keamanan Batam saat ini.

Bagi masyarakat Minang, rantau adalah kampung kedua sehingga mereka juga bertanggung jawab akan kemajuan daerah tersebut, serta menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku di wilayah tempat mereka merantau.

"Seperti pepatah Minang, Dimana Bumi Dipijak, Disitu Langit Dijunjung," katanya. *** (yogi)


Berita Terkait