Amsakar Masih Ragu Luas Aset yang Diserahkan BP Batam

Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad (Foto: Istimewa)

BATAMNEWS.CO.ID, Batam - BP Batam menyerahkan enam aset ke Pemko Batam. Diantaranya Pasar Induk Jodoh, Tempat Pembuangan Akhir (TPA), serta Masjid Agung Batam Centre.

Namun luas aset tersebut masih dipertanyakan. Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad tampak masih belum puas.

Menurutnya, masih perlu ada sinkronisasi. Pasalnya luas aset yang dicatat Pemko belum sesuai dengan yang diberikan.

"Untuk aset, setelah kami lihat surat resmi dari BP Batam, ada beberapa aset yang masih harus dikonfirmasi," kata Amsakar kepada wartawan, Selasa (6/6/2017).

Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan pun masih menunggu kesepakatan antara kedua lembaga tersebut.

Pertama, menyangkut aset lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur. Dari luasan 46,8 hektare lahan yang ditandatangani MoU-nya, antara Walikota Batam Ahmad Dahlan dan Kepala Bp Batam Mustafa Widjaja kala itu.

Dalam kesepekatan itu keduanya hanya sekitar 26 hektare lahan diantaranya yang akan diserahkan ke Pemko Batam.

Padahal berdasarkan kajian dari studi Bappenas dan Asian Development Bank, dari luas 46,8 hektare lahan TPA Telaga Punggur, ditargetkan bisa menampung kapasitas sampah di Kota Batam hingga 50 tahun kedepan. Lain halnya jika hanya sekitar 26 hektare.

"Kalau luasnya 26 hektare seperti lahan saat ini, kita hanya siap terima sampah di kisaran empat hingga enam tahun kedepan. Setelah itu sampah berserak," ujar dia.

Selain lahan TPA, ganjalan juga terdapat pada aset Masjid Raya Batam. Amsakar mengatakan, dari PL seluas 7 hektare, hanya separuh diantaranya yang akan diserahkan BP Batam ke Pemko Batam. Itu sebabnya, Amsakar mengatakan, pihaknya masih perlu melakukan diskusi dengan BP Batam soal hibah aset tahap pertama itu.

"Kami masih bertanya, kalau parkiran masjid tidak masuk, parkiran diambil dijadikan ruko bagaimana," kata Amsakar.***

(ret)