Seperti Apa BP Batam Mengonsep Kereta Api Ringan untuk Kota Batam?

Ilustrasi kereta api ringan atau light rail transit (LRT). (Foto: pinterest.com)

BATAMNEWS.CO.ID,Batam - Kota Batam membutuhkan tranportasi berbasis rel, sehingga BP Batam saat ini mengonsep dan mengupayakan hadirnya sarana transportasi kereta api ringan atau light rail transposit (LRT).

"Kalau sekarang tidak dibangun transportasi berbasis rel maka akan terlambat seperti  Jakarta atau Bandung," ujar Purba Robert Sianipar, Deputi IV BP Batam, kepada batamnews.co.id di kantor BP Batam, Selasa (6/6/2017)

Ia menjelaskan, perkembangan penduduk kota Batam yang sudah mencapai 1,3 juta jiwa sudah menjadi keputusan yang sangat tepat untuk pembangunan transportasi berbasis rel.

Ditambah lagi Batam memiliki 26 kawasan industri sehingga Batam sudah menjadi kota metropolitan.

Jadi, Batam sudah termasuk sebagai kota metropolitan. "Kota metropolitan perlu dukungan transportasi modern.Masyarakat butuh transportasi cepat, aman dan murah dalam beraktifitas. Jadi LRT tetap akan dilanjutkan," katanya.

Sayangnya, pembangunan LRT tidak mendapat dukungan APBN. Anggota Komisi VI DPR RI pada saat RDP (rapat dengar pendapat) mengatakan Batam tidak membutuhkan transportasi untuk orang namun lebih kepada angkutan barang.

"Makanya BP Batam membuat konsept transportasi berbasis rel sehingga tidak hanya membawa orang namun juga barang," katanya.

Karena itu, BP Batam akan mencari mitra untuk membantu pembangunan transportasi berbasis rel. Dengan konsep tranship development yang akan dikaji tahun ini.

Rute LRT atau tranportasi berbasi rel terbagi dua, untuk tahap pertama terdiri dari Utara-Selatan dan Timur-Barat. Rute Utara-Selatan yaitu Batu Ampar-Nagoya-Bandara maupun sebaliknya dan Utara-Selatan menyambungkan Tanjung Uncang-Batam Center.

"Maka dari itu dukungan dari pemangku kepentingam sangat dibutuhkan," kata Robert. "Masyarakat butuh transportasi cepat, aman dan murah dalam beraktifitas. Jadi LRT tetap akan dilanjutkan," kata dia.

Robert berharap, rencana tersebut akan mendapat dukungan dari pemerintah pusat mengingat Batam merupakan kota industri yang membutuhkan transportasi penghubung dari pemukiman menuju kawasan industri.

Selain itu, LRT ini juga adalah solusi kemacetan di masa depan. Bahwa saat ini pemerintah juga berupaya mengurai kemacetan, itu memang benar. Salah satunya adalah pembangunan fly over yang saat ini sedang berlangsung di Simpang Jam, Batam.

Namun, fly over sebetulnya juga tidak menjamin bisa mengurai arus kendaraan yang mengakibatkan kemacetan.

"Fly over juga tidak dapat menampungnya, sekarang ini sedang dibangun fly over di simpang jam, tahun depan juga akan dibangun fly over di simpang kabil, tapi itupun juga tidak dapat menjamin tidak ada kemacetan," katanya.***

(ret)