Setelah Listrik, Tarif Air Baku di Batam Segera Naik?

Setelah Listrik, Tarif Air Baku di Batam Segera Naik?

Ilustrasi (foto : ist/net)

BATAMNEWS.CO.ID, Batam - BP Batam berencana akan menaikkan tarif air baku, dengan alasan sudah sejak tujuh tahun terakhir belum mengalami perubahan.

Untuk itu, BP Batam akan berkoordinasi dengan Pemerintah kota Batam, DPRD kota Batam serta Stakeholder terkait dalam pembahasan kenaikan tarif air tersebut.

"Tarif air sudah 7 tahun tidak naik. Tahun ini kita rencanakan akan melakukan kajian untuk membahas tarif air baku," ujar Deputi IV BP Batam, Purba Robert Sianipar di gedung Marketing BP Batam, Jumat (26/5/2017).

Menurut Robert, saat ini biaya operasioanal tidak sebanding dengan nilai jual air baku, dan ia menegaskan rencana kenaikan tarif tersebut tidak dipengaruhi dengan kenaikan tarif listrik.

Saat ini, kata dia, BP Batam sudah membentuk tim untuk mengkaji kenaikan tarif air.

Presiden Direktur PT Adhya Tirta Batam (ATB), Ir Benny Andrianto mengatakan bahwa alasan lain kenaikan tarif air juga karena kondisi industri saat ini sedang tidak berjalan dengan baik atau kata lain sedang menurun performanya mengakibatkan subsidi silang mengalami hambatan.

"Pembagian tarif air dibagi dalam dua kelompok, kelompok rumah tangga dan non rumah tangga yaitu industri yang saat ini sedang drop. Sehingga subsidi silang selama ini akan terhambat dan imbasnya daya tahan untuk dikembalikan dalam bentuk investasi akan menurun," kata Benny pada kesempatan yang sama.

Untuk biaya operasional, kelompok rumah tangga dikenakan biaya Rp 2.000 per meter kubik sedangkan untuk kelompok non rumah tangga (industri) dikenakan Rp 6.000-Rp 7.000 per meter kubik.

Namun Benny menuturkan bahwa dalam menentukan tarif yang baru akan menggunakan asas keterjangkauan, dan ia juga mengimbau agar masyarakat tidak perlu resah karena kenaikan tarif air belum dapat dipastikan.

"Jangan resah dulu, ini masih rencana dan belum pasti," kata dia.

(ret)