Pendapatan Pelabuhan di Batam Bocor Rp 500 Miliar per Tahun, Ini Faktanya

Pendapatan Pelabuhan di Batam Bocor Rp 500 Miliar per Tahun, Ini Faktanya

Pelabuhan Batu Ampar, Batam. TEMPO/ Dwi Arjanto

BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Estimasi pendapatan yang dihasilkan dari aktivitas pelabuhan di bawah kendali BP Batam, terutama pelabuhan Batuampar, Batam yang aktivitasnya padat pada periode 2015 dan 2017 berbeda cukup signifikan. Kebocoran pendapatan hingga ratusan miliar rupiah.

Deputi III BP Batam, Eko Susanto Budianto mencontohkan estimasi pendapatan yang dihasilkan. Dengan membandingkan pendapatan dari semua pelabuhan, kata dia, dari segala jenis aktivitas pelabuhan selama 12 bulan pada 2015 lalu hanya terkumpul sebesar Rp 210 miliar.

Sementara, kata dia, pada 3 bulan pertama 2017, pendapatannya sudah mencapai Rp 184 miliar.

Jadi, bisa ditarik berapa estimasi yang seharusnya dihasilkan aktivitas pelabuhan di Batam. Seharusnya, dalam 12 bulan pendapatan yang dihasilkan sebesar Rp 736 miliar. Jadi, apabila ditarik rata-rata kebocoran yang terjadi per tahun Rp 500 miliar.

"Tapi reputasi kita jadi buruk dan kepercayaan jadi berkurang, perbedaan pendapatan di pelabuhan dalam periode berbeda cukup signifikan," ujar Eko Susanto kepada Batamnews.co.id, Rabu (10/5/2017).

Namun Eko mengungkapkan bahwa banyak aktivitas-aktivitas dilapangan yang tidak dilaporkan, hal ini menjadi prioritas pembenahan.

"Masih banyak aktivitas dilapangan yang tidak dilaporkan, selama masih bertemu secara langsung tentu akan ada celah yang masuk, saat ini kita berupaya untuk menyiapkan semua secara sistem," katanya.

Seperti diketahui, Kepala Satuan (Satker) Terminal Umum Batuampar Pelabuhan Laut BP Batam, Adil Setiadi terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Saber Pungli Ditrekrimsus Polda Kepri pada, Senin (8/5/2017). Polisi menyita uang Rp 16 juta dalam OTT tersebut.

"Bagus sudah terungkap, sejak awal bertugas, April 2016 lalu, saya, Deputi lainnya serta kepala BP Batam sudah mengetahui banyak hal yang tidak patut terjadi di seluruh wilayah kerja di BP Batam, dan terbukti dengan adanya OTT beberapa hari lalu," kata dia.***

 

(ret)