https://www.batamnews.co.id

Laporan Khusus

Penjelasan Bos McDermott Batam soal Isu Tutup dan PHK

Ray Regan, Director of Batam Fabrication Operation McDermott (kanan) bersama sejumlah pejabat McDermott, saat ditemui batamnews.co.id, Kamis (18/5/2017).

BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Managemen PT McDermott Batam menepis perusahaan kontruksi minyak dan gas itu hendak tutup, hanya saja nyaris kehabisan proyek. Kendati demikian, Dermott mengakui sejumlah karyawan telah dirumahkan dan di-PHK.

"McDermott terus berusaha mendapatkan proyek baru dan apabila proyek baru sudah pasti didapat, kami selalu memanggil kembali karyawan kami," ujar Ray Regan, Director of Batam Fabrication Operation McDermott, secara eksklusif kepada batamnews.co.id saat dijumpai di Kantor McDermott, Jalan Kerapu Batu Ampar, Batam, Kamis (18/5/2017).

Baca juga:

McDermott Batam PHK Besar-besaran

PT Siemens Batu Ampar Batam Segera Tutup!

 

Rey Regan didampingi Raja Muhammad Amin, General Affair Manager dan APAC Ethics dan Compliance Teamns serta Philip Ng Manager Asia Area Global Communicaions McDermott.

Menurut Regan, sudah menjadi hal yang lumrah, karyawan McDermott setelah habis proyek putus hubungan, namun setelah kembali ada proyek, para karyawan yang di-PHK tersebut kembali dipanggil.

"Bagi kami melepaskan karyawan selepas kesudahan proyek adalah biasa dan normal. Perusahaan kami tidak akan pernah tutup," katanya.

Ray Regan mengatakan, perusahaan sejenis McDermott bekerja berdasarkan proyek. Ada saat sepi dan ramai. “Tergantung proyek,” ujar dia.

Lanjutnya, McDermott di Batam merupakan pusat eksekusi utama untuk Asia Pasifik dan pasar global oil dan gas. Penyesuaian jumlah karyawan dengan volume pekerja adalah praktek yang standar dalam industri ini. 

"Pengurangan karyawan yang terjadi tidak bisa dijadika bukti bahwa McDermott akan menutup operasi di Batam," ujar Regan.

Menurut Regan, sepinya proyek saat ini disebabkan keadaan industri minyak dan gas yang masih lemah di Asia, akibat rendahnya harga minyak dunia.

Keadaan tersebut juga tidak hanya terjadi di Indonesia namun di belahaan negara lainnya. 

"Bagi kami melepaskan karyawan selepas kesudahan proyek adalah biasa dan normal. Perusahaan kami tidak akan pernah tutup," katanya.

Menurut pimpinan McDermott, PHK karyawan sudah biasa malah karyawan pun memahami keadaan ini.

Mengenai menurunnya kepercayaan investor dan buruknya iklim investasi di Batam, pihak McDermott enggan berkomentar lebih jauh.

Bagi mereka faktor lokal tidak terlalu menganggu kepada perusahaan yang bekerja sama antar negara tersebut. 

"Kemarin baru selesai proyek dari Rusia sekarang dalam pengerjaan proyek dari Arab Saudi," ungkap Regan.

Dari keterangan pihak McDermott ketika peresahaan sedang mendapatkan proyek banyak dia pernah merekrut 8000 ribu karyawan. 

McDermott kini mempunyai 3000 karyawan, kurang dari 30 persen dibandingkan 31 Desember 2016 lalu.***

(ogi)


Berita Terkait