Dewan: Bendera Merah Putih Tak Penting di Kampus, Mahasiswa Murka
Mahasiswa UPB demo di DPRD Kota Batam
Batam - Mahasiswa Universitas Putera Batam (UPB) sampai saat ini masih bertahan di gedung DPRD Kota Batam.
Para mahasiswa tersebut keukeuh meminta dewan turun tangan membantu mahasiswa menyelesaikan berbagai permasalahan di kampus yang merugikan mahasiswa.
Sebelumnya, mahasiswa ini diterima di Komisi I DPRD Kota Batam dan berdialog mencari jalan keluar atas aturan dan kebijakan kampus yang memberatkan mahasiswa.
Namun anggota Komisi I DPRD Batam tak bisa berkomentar banyak. Mereka meminta mahasiswa bersabar, menunggu Ketua DPRD Batam Nuryanto tiba dan berdialog langsung dengannya.
Ditemui seusai pertemuan, Agus, mahasiswa UPB menyatakan permasalahan di UPB harus segera diselesaikan. Banyak aturan dan kebijakan dianggap memberatkan mahasiswa.
Dan satu hal yang membuat mahasiswa kesal, karena hingga kini belum ada tindakan dan upaya apapun yng dilakukan pengurus yayasan UPB, Sahat Sianturi menyelesaikan masalah tersebut.
Bahkan mahasiswa menyayangkan pernyataan pengurus yayasan itu yang menyatakan bahwa bendera Merah Putih tidak wajib dikibarkan di kampus swasta.
"Kami menyayangkan pernyataan itu, apalagi dia seorang doktor dan juga seorang anggota DPRD," kata Agus, Jumat (13/2/2015).
Mahasiswa memiliki bukti terkait pernyataan tersebut, berupa rekaman video yang dilakukan beberapa hari lalu.
"Buktinya sudah kami file-kan, dan rencananya akan kami iklankan di baliho - baliho," tambah Agus.
Senin prkan depan, kata Agus, beberapa perwakilan mahasiswa UPB berangkat ke Jakarta menemui Komnas HAM dan Mabes Polri untuk membahas berbagai masalah di kampus UPB.
Termasuk melaporkan pemukulan mahasiswa yang diduga dilakukan preman suruhan kampus.
[isk]
Komentar Via Facebook :