Bea Cukai: Kami Sulit Awasi 54 Titik Pelabuhan Tikus
Kepala Bea Cukai Batam Nugroho bersama Kabid P2 Mujayin mengekspos sejumlah tangkapan beberapa waktu lalu (Foto: Batamnews)
BATAMNEWS.CO.ID. Batam - Kantor Pelayanan Utama Bea Dan Cukai Batam menyebutkan ada 54 titik pelabuhan tikus di Batam rawan penyelundupan.
Hal tersebut diungkap Kepala Bidang Penyidikan dan Penindakan KPU Bea Cukai Batam Mujayin saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi II DPRD Batam pada, Rabu,(21/9/2016) sore.
"Dari laporan intelijen P2 Bea Cukai, ditemukan 54 titik pelabuhan tikus di Batam oleh para penyelundup digunakan dalam aksinya," ujar Mujayin.
Mujayin mengatakan, keterbatasan SDM membuat Bea Cukai seolah tak berdaya. Namun ia menambahkan, sinergi dengan TNI AL , Polair dan Bakamla selalu dilakukan.
"Kami hanya punya 30 orang saja SDM yang ada, gimana mau mengawasi pelabuhan tikus sebanyak itu?” ujar Mujayin.
Bahkan dalam kesempatan itu Mujayin meminta dukungan moril untuk menembak penyelundup.
"Kalau diberikan kewenangan sama DPRD Batam pastinya akan kita tembak," kata dia.
Mujayin juga menyebutkan sejumlah kasus penyelundupan selama tahun 2016. Jumlahnya mencapai 240 kasus.
Diantaranya 66 kasus berupa HP, 89 buah-buahan, beras sebanyak 1.143 karung, gula sebanyak 850, untuk kasus cukai ada 53 kasus yakni untuk rokok sebanyak 22.462 batang, untuk minuman katagori beralkohol sebanyak 3.433 botol.
Kemudian dalam bentuk patroli di laut ada beberapa kasus ditangani diantaranya sabu sabu seberat 12.443 gram, ekstasi 2.140 butir dan untuk jenis happy B ada 548 butir.
[jim]
Komentar Via Facebook :