Tegar Sempat Trauma Diciduk Densus Antiteror (3)

Sebelum Dilepas, Tegar Dinasihati Densus 88 Antiteror

Sebelum Dilepas, Tegar Dinasihati Densus 88 Antiteror

M. Tegar, teman Hadi Gustiyanda, yang sempat ikut diamankan Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri saat penggerebekan terduga teroris di Batam. (Foto: Batamnews)

Zuhri Muhammad

BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Pascapenangkapan terhadap Hadi Gustiyanda alias Agus (20), nama Muhammad Tegar Sucianto ikut terseret-seret. Pasalnya saat itu Tegar sempat diamankan Tim Densus 88 Antiteror di Jalan Brigjen Katamso, Batuaji, bersama Agus.

Tegar bahkan sempat disebut-sebut terlibat jaringan Katibah Gigih Rahmat (KGR) yang dipimpin Gigih Rahmat Dewa (31).

Namun ia kemudian dilepaskan keesokan harinya. “Saya nggak tau dia ikut ditangkap, pagi setelahnya dikembalikan lagi,” ujar Desi, ibunda Tegar, saat berbincang dengan batamnews.co.id di kediamannya, Minggu (7/8/2016).

Menurut Desi, hal itu disebutkan polisi sudah menjadi prosedur dalam pengamanan terhadap jaringan terorisme. 

“Ada yang bilang anak saya korban salah tangkap, tidak lah, itu kan sudah sesuai prosedur,” ujar Desi.

Perlakuan petugas kepolsian atau Densus terhadap anaknya juga biasa saja. Kata Desi, anaknya langsung dipisahkan dari Hadi Gustiyanda.

Bahkan ia hanya ditanya seputar perkenalan dengan Agus. “Ya ditanya-tanya sejak kapan kenalnya,” ujar Desi.

Namun setelah kejadian itu, Tegar cukup kaget dan syok. Pasalnya ia tak menyangka akan mengalami pengalaman tersebut.

Saat ditemui kedua kalinya oleh batamnews.co.id, Tegar tak lagi bersedia diwawancarai. “Dia capek, dari kemarin diwawancarai wartawan terus,” ujar Desi.

Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap lima orang di Batam Kepulauan Riau. Diantaranya Gigih Rahmat Dewa (31), Trio Syafrido (46), Eka Saputra (35), Tarmidzi (21), serta Hadi Gustiyanda (20).

Tegar dan Hadi alias Agus memang diketahui sudah akrab sejak SMP. Keduanya juga bekerja di perusahaan yang sama di Tanjunguncang.

Perumahan tempat mereka tinggal juga hanya berbatas jalan raya. “Tegar dan dia (Agus) kan sudah berteman sejak SMP. Mereka kumpul kadang main game, kemudian mengaji, jadi itu saja,” ujar Desi.

Menurut Desi, tidak ada yang aneh-aneh dari keduanya. Agus memang dikenal sebagai sosok yang taat beribadah.

“Ya biasalah anak-anak baru tamat SMA gitu, kadang main game, kadang ngumpul-ngumpul,” ujar Desi.

Pada saat diamankan, sebelum dilepas, Tegar sempat diceramahi dan sedikit diinterogasi. “Dia (Tegar) ditanya-tanya, sejak kapan kenal Hadi Gustiyanda? Ya begitu-begitulah,” ujar wanita tersebut.

Menurut wanita tersebut, petugas polisi memperlakukan anaknya dengan baik. Tidak ada kekerasan. Bahkan Tegar juga diberi makanan enak dan diberi nasihat.

“Ya, seperti bapak sama anaknya, ngasih nasihat gitu,” ujar dia.

Polisi juga menasihati Tegar agar tidak ikut-ikutan terlibat dalam jaringan kelompok radikal. “Ya, menasihati gitu, seperti bapak sama anaknya, katanya ‘kamu kan masih muda’, jadi jangan ikut-ikutan ya,” ujar Desi.

 

[snw/is]

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :