Komjen Buwas ke Batam, Ada Apa?
Kepala BNN Komjen Budi Waseso saat berkunjung ke Batam (Foto: Iskandar/Batamnews)
BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Kota Batam dipilih sebagai tempat pertemuan pertama Asean Seaport Interdiction Task Force (ASITF). Indonesia berhasil memprakarsai pembentukan ASITF dan berhasil mendorong pembentukan sejak tahun lalu dengan dukungan ASOD dan para Menteri Asean (AMMD).
Kepala BNN Republik Indonesia, Komjen Pol Budi Waseso mengatakan, bahwa pentingnya peningkatan kerja sama ini dilatarbelakangi dengan bidang interdiksi, khususnya laut, udara, dan perbatasan darat.
"Ini telah lama digagas, bahkan sejak kerjasama ASEAN melawan ancaman narkoba sejak 36 tahun yang lalu. Namun, baru terealisasi sejak lima tahun terakhir," ujar Komjen Pol Budi Waseso pada wartawan saat jumpa pers di Hotel Turi Beach, Nongsa, Batam, Rabu (20/7/2016).
Kenapa dipilih di Batam, sambungnya, karena Kota Batam ini termasuk salah satu daerah paling banyak masuknya narkoba dan daerah yang paling rawan masuknya narkoba dari Malaysia dan Singapura.
"Negara ASEAN ini juga mendapat ancaman dari narkotika. Pada akhirnya kita memutuskan dan ini merupakan yang pertama, dan kita sepakati pertemuan pertama di Indonesia yakni Batam," kata pria yang akrab disapa Buwas ini.
Ia melanjutkan, pembentukan ASITF ini mempunyai arti strategis operasional penting untuk melawan ancaman serius dari lalu lintas dan peredaran gelap narkoba di kawasan Asean. Terutama yang dilakukan melalui jalur laut atau pelabuhan.
"Jadi, kita akan bekerja sama dalam operasional Penindakan. Termasuk langkah bidang koordinasi bidang intelijen mengungkap jaringan International," ucap Buwas menambahkan.
"Ini bukan hanya inisiatif dari Asean, tetapi juga dari PBB. Karena narkoba ini masuk ke dalam masalah dunia," ungkapnya.
[is]
Komentar Via Facebook :