Zarubezhneft Siap Lanjutkan Proyek Blok Tuna di Laut Natuna Juni 2026
ilustrasi (freepik)
Jakarta, Batamnews – Perusahaan minyak dan gas bumi asal Rusia, Zarubezhneft, menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan proyek migas di Blok Tuna, Laut Natuna.
Kabar ini terungkap setelah Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Yuliot Tanjung, bertemu langsung dengan para petinggi Joint Stock Company (JSC) Zarubezhneft. Pertemuan itu berlangsung di sela-sela kunjungan kerja ke Rusia, tepatnya di Kazan, pekan lalu, Rabu, 13 Mei 2026.
Dalam pembicaraan tersebut, Zarubezhneft memberi komitmen yang jelas. Mereka siap menyalakan kembali proyek Blok Tuna pada Juni 2026.
Proyek ini sebelumnya terhenti. Pasalnya, Premier Oil, anak perusahaan Harbour Energy yang menjadi mitra Zarubezhneft, mundur dari penggarapan blok tersebut.
"Kami bertemu dengan Zarubezhneft dan membahas kelanjutan proyek Blok Tuna yang masih tertunda. Zarubezhneft menyatakan komitmennya untuk melanjutkan proyek tersebut pada Juni bulan depan," kata Yuliot setelah pertemuan, dikutip dari keterangan resmi Kementerian ESDM, Senin, 18 Mei 2026.
Wamen ESDM menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan dukungan penuh agar proyek ini bisa berjalan kembali.
Sebagai catatan, Zarubezhneft mulai berkecimpung di Indonesia sejak 2020. Kala itu, mereka mengakuisisi 50 persen hak partisipasi atau *participating interest* (PI) di Proyek Tuna, Laut Natuna, melalui anak usahanya, ZN Asia Ltd.
Tak hanya berhenti di Blok Tuna, perusahaan Rusia ini pun menyatakan minatnya untuk menggarap proyek-proyek migas lain di Tanah Air. Mereka ingin membantu meningkatkan produksi migas Indonesia lewat teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) dan reaktivasi sumur-sumur yang menganggur (idle).
Baca juga: Pengangguran Kepri Tertinggi Kedua Nasional, Capai 6,87 Persen
Ketertarikan Zarubezhneft ini sudah tercatat secara resmi dalam dokumen Agreed Minutes Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 RI-Rusia. Pihak Rusia mencatat keinginan JSC Zarubezhneft untuk memperluas dan memperkuat kerja sama dengan mitra-mitra Indonesia, termasuk berpartisipasi dalam proyek-proyek baru bersama perusahaan migas nasional.
Dalam pertemuan itu, pihak Rusia juga meminta dukungan dari pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan proses compliance. Hal ini diperlukan bagi perusahaan-perusahaan yang dinominasikan oleh Zarubezhneft, agar segera bisa memulai pengorganisasian pasokan minyak ke Indonesia.

Komentar Via Facebook :