Transaksi QRIS Kepri Tembus Rp11,55 Triliun, Batam Catatkan 100 Persen Non-Tunai

Transaksi QRIS Kepri Tembus Rp11,55 Triliun, Batam Catatkan 100 Persen Non-Tunai

ilustrasi (freepik)

Nurjali

Batam, Batamnews – Pemerintah Kota Batam mencatatkan pencapaian luar biasa dalam implementasi Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD). Seluruh transaksi untuk belanja daerah dan pajak daerah kini telah 100 persen dilakukan secara non-tunai.

Capaian ini diungkapkan Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, saat mengikuti High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah Tingkat Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026, pada Selasa, 14 April 2026 kemarin.

Firmansyah menjelaskan, perjalanan digitalisasi di Batam menunjukkan tren meningkat. Pada 2021, capaian baru 15 persen. Kemudian naik menjadi 65 persen di 2022, 83 persen di 2023, dan 85 persen di 2024.

Baca juga: HKI Indonesia Perkuat Ekspansi Global, Dorong Arus Investasi ke Kawasan Industri Nasional

Namun, angka itu turun menjadi 62,5 persen pada 2025. Kondisi ini menjadi perhatian serius untuk percepatan ke depan.

Satu catatan penting: kanal konvensional masih mendominasi hingga sekitar 60 persen. Artinya, pemanfaatan kanal digital masih perlu diperluas.

Dalam pertemuan yang sama, dibahas pula capaian digitalisasi di tingkat provinsi. Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Kepulauan Riau menunjukkan pertumbuhan pesat.

Sepanjang 2025, volume transaksi QRIS mencapai sekitar Rp15,33 miliar dengan pertumbuhan lebih dari 145 persen. Sementara nilai total transaksi tercatat sekitar Rp11,55 triliun.

Pertemuan juga membahas penguatan Championship TP2DD sebagai instrumen evaluasi kinerja pemerintah daerah. Penilaian dilakukan berdasarkan tiga aspek:

  •  Proses: 20 persen
  •  Output: 50 persen
  •  Outcome: 30 persen

Firmansyah menegaskan arah kebijakan ke depan tidak hanya berfokus pada penyediaan sistem. Pemerintah Kota Batam akan mendorong optimalisasi pemanfaatan kanal digital.

"Kami mendorong digitalisasi yang benar-benar digunakan sehingga berdampak langsung pada kualitas layanan publik dan memberikan kemudahan bagi masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Tepis Isu Eksploitasi, Apindo Sebut Magang Solusi Bagi SDM Tingkatkan Skill

Pemerintah Kota Batam akan memperkuat koordinasi TP2DD lintas organisasi perangkat daerah. Selain itu, meningkatkan integrasi data dan memperluas penggunaan kanal pembayaran digital seperti QRIS dan virtual account.

Langkah ini diiringi edukasi kepada masyarakat dan penguatan kapasitas perangkat daerah. Targetnya, transformasi digital berjalan lebih masif, terukur, dan berkelanjutan.

Melalui forum ini, Pemko Batam menegaskan komitmen menjadikan 2026 sebagai momentum akselerasi digitalisasi daerah sekaligus memperkuat posisi Batam dalam Championship TP2DD, baik di tingkat regional maupun nasional.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :