Daftar Komoditas Ekspor Impor RI-Rusia Disorot Prabowo saat Kunjungan ke Moskow

Daftar Komoditas Ekspor Impor RI-Rusia Disorot Prabowo saat Kunjungan ke Moskow

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Moskow, Rusia diterima langsung oleh Pladimir Putin.

Nurjali

Jakarta, Batamnews – Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Moskow, Rusia, menyoroti potensi besar kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Rusia. Hubungan ekonomi kedua negara dinilai terus berkembang dan membuka peluang pasar yang luas.

Berdasarkan laman Kementerian Luar Negeri RI, perdagangan Indonesia-Rusia tercatat sebagai salah satu yang terbesar di kawasan Eropa Tengah dan Timur. Komoditas yang diperdagangkan mencerminkan kebutuhan dan keunggulan masing-masing negara.

Indonesia mengekspor berbagai produk unggulan ke Rusia. Mulai dari lemak dan minyak nabati seperti minyak sawit, karet, kopi, teh, kakao, hingga produk alas kaki dan peralatan industri. Selain itu, ikan, furnitur, serta barang elektronik juga menjadi bagian dari ekspor Tanah Air. Komoditas ini menunjukkan daya saing produk nasional di pasar Rusia.

Baca juga: Harga Sembako Tanjungpinang 12 April 2026: Daging dan Cabai Masih Tinggi, Ini Daftar Lengkapnya

Sementara itu, Indonesia mengimpor sejumlah komoditas penting dari Rusia, antara lain pupuk, batu bara, besi baja, aluminium, hingga gandum.

Data Kementerian Perdagangan mencatat total perdagangan kedua negara mencapai miliaran dolar AS dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022 tercatat sekitar 3,56 miliar dolar AS, kemudian 3,35 miliar dolar AS pada 2023. 

Memasuki awal 2024, nilai perdagangan mencapai sekitar 1,57 miliar dolar AS. Meski neraca perdagangan masih menunjukkan defisit bagi Indonesia, peluang peningkatan tetap terbuka lebar.

Rusia memiliki jumlah penduduk besar, lebih dari 140 juta jiwa, sehingga menjadi pasar potensial bagi produk Indonesia. Negara tersebut juga menjadi pintu masuk ke kawasan Eurasian Economic Union yang mencakup Belarus, Kazakhstan, hingga Armenia.

Pemerintah Indonesia tengah mendorong pembentukan perjanjian perdagangan bebas dengan kawasan tersebut. 

Baca juga: Kementan Bantah Harga Kedelai Tembus Rp20.000: Masih di Bawah Rp12.000 per Kg

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan akses pasar dan volume perdagangan. Rusia juga dinilai sebagai pasar potensial bagi produk halal Indonesia, mengingat jumlah penduduk Muslim yang besar di kawasan Eropa.

Dengan berbagai potensi tersebut, kerja sama perdagangan Indonesia dan Rusia diproyeksikan terus tumbuh. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi kedua negara.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :