Xiaomi Kirim 21.440 Mobil Listrik di Maret 2026, SU7 Jadi Penyumbang Terbanyak
Kendaraan Listrik Xiaomi SUV.
Batam, Batamnews – Xiaomi terus menunjukkan taringnya di industri otomotif. Dalam waktu singkat, perusahaan teknologi asal China ini kini menjadi pemain serius di pasar mobil listrik.
Data terbaru menunjukkan, sepanjang Maret 2026, Xiaomi berhasil mengirimkan 21.440 unit kendaraan listrik (EV). Angka ini memang belum sebanding dengan raksasa otomotif lainnya. Namun, di balik angka itu, ada cerita menarik tentang arah perusahaan ke depan.
Bulan lalu jadi ajang duel antara SUV yang lesu dan sedan yang melesat cepat.
Baca juga: Tesla Akhiri Produksi Model S & X dengan Signature Series Eksklusif
Secara total, pengiriman 21.440 unit hanya naik sekitar 5 persen dibanding Februari. Namun jika dibandingkan Maret tahun lalu, justru turun hampir 27 persen.
Februari memang bulan sepi di China karena libur panjang Tahun Baru Imlek. Kebanyakan orang lebih sibuk berkumpul keluarga daripada beli mobil. Xiaomi pun memanfaatkan waktu itu untuk mempersiapkan peluncuran terbesarnya: sedan SU7 generasi terbaru.
Untuk sementara, SUV YU7 masih jadi tulang punggung penjualan. Pada Maret, Xiaomi mengirimkan 13.558 unit YU7. Angka itu setara 63 persen dari total penjualan perusahaan sepanjang bulan.
Namun, penjualan YU7 justru turun hampir 33 persen dibanding Februari. Diduga, banyak calon pembeli memilih menahan uang sambil menunggu wujud sedan anyar Xiaomi.
Bintang sesungguhnya dari laporan Maret adalah sedan SU7. Xiaomi resmi meluncurkan generasi baru SU7 pada 19 Maret. Perusahaan tidak buang waktu. Pengiriman pertama dimulai 23 Maret.
Dalam sisa hari di bulan itu, Xiaomi sudah menyerahkan 7.882 unit SU7 ke pemilik baru. Bandingkan dengan Februari lalu, perusahaan hanya mengirimkan 218 unit versi lama.
Pendiri Xiaomi, Lei Jun, jelas puas dengan hasil ini. Dalam siaran langsung daring baru-baru ini, ia mengungkapkan perusahaan sudah memegang lebih dari 40.000 pesanan "terkunci" untuk SU7.
Pesanan terkunci artinya pelanggan sudah membayar uang muka dan tidak bisa membatalkan dengan mudah. Ini pertanda pabrik Xiaomi akan sibuk luar biasa dalam beberapa bulan ke depan.
Xiaomi pun bergerak cerdik. Mereka mulai memproduksi mobil-mobil ini sebelum acara peluncuran resmi.
Harga menjadi alasan utama mengapa orang antre membeli SU7. Tipe standar SU7 dibanderol mulai 219.900 yuan atau sekitar Rp490 juta (kurs Rp22.300). Dengan harga itu, Xiaomi memberi tekanan besar kepada pesaing seperti Tesla.
Xiaomi seolah berkata, mereka bisa menawarkan teknologi canggih dan kecepatan tinggi dengan harga jauh lebih murah.
Pasar mobil listrik di China juga mengalami pergeseran ganjil. Total penjualan kendaraan energi baru mencapai 848.000 unit di seluruh negeri pada Maret. Angka itu naik 82,6 persen dibanding Februari yang lesu.
Namun, penjualan pasar secara keseluruhan justru turun 14,4 persen dibanding Maret tahun lalu.
Xiaomi tak berencana melambat. Setelah mengirimkan 411.837 mobil sepanjang 2025, perusahaan memasang target tinggi untuk 2026: 550.000 kendaraan.
Baca juga: Deepal S05 Resmi Diperkenalkan di Indonesia, Jadi Mobil REEV Pertama di Tanah Air
Untuk mencapainya, SU7 harus mempertahankan momentumnya. Dan YU7 SUV harus kembali menemukan ritme terbaiknya.
Dunia teknologi dan otomotif kini sedang bertabrakan. Xiaomi berada tepat di tengah pusaran. Jika perusahaan ini bisa mempertahankan harga murah dan truk pengiriman terus berjalan, pabrikan mobil tradisional punya alasan untuk mulai khawatir.
Dua puluh satu ribu empat ratus empat puluh unit dalam sebulan adalah hasil solid untuk merek yang masih terus belajar.
Komentar Via Facebook :