3 Wilayah Bintan Terdampak Kekeringan Segera Dapat Sumur Bor Gratis dari Pemkab
SPAM IKK Seri Kuala Lobam di Sei Lepan.
Bintan, Batamnews – Kekeringan yang melanda Kabupaten Bintan sudah berlangsung lebih dari satu bulan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan tidak hanya mengandalkan penyaluran air bersih sebagai solusi jangka pendek, tetapi juga bergerak cepat menyiapkan langkah antisipasi jangka panjang.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, Senin, 30 Maret 2026, meninjau langsung SPAM IKK Seri Kuala Lobam di Sei Lepan. Usai peninjauan, ia bersama unsur terkait menggelar rapat terbatas untuk merumuskan kebijakan strategis.
"Prinsipnya solusi tercepat kita upayakan, minimal memenuhi kebutuhan air di masyarakat. Hari ini kita cek sumber air baku yang ada, kita petakan dulu langkah strategis yang bisa menjadi antisipasi kita untuk jangka panjang," ujar Ronny.
Baca juga: Gubernur Kepri Ansar Ahmad Bacakan LKPJ 2025, Realisasi APBD Tembus 95,39 Persen
Hasil rapat memutuskan bahwa dalam waktu dekat akan dibangun sumur bor beserta penampungan di tiga wilayah terdampak. Ketiganya adalah Kelurahan Tanjung Permai, Kelurahan Teluk Lobam, dan Desa Teluk Sasah. Ketiga daerah itu mengalami berhentinya operasional SPAM IKK SKL.
"Sudah kami laporkan ke pak Bupati, beliau langsung menyetujui. Pertama, sesegera mungkin akan dibangun sumur bor, target kita minimal dua pekan ke depan sudah bisa beroperasi. Sambil menunggu itu, pasokan air bersih dari OPD dan bantuan dari BIIE tetap menyasar ke pemukiman warga," jelasnya.
Sumur bor tersebut nantinya dapat dimanfaatkan seluruh masyarakat secara gratis selama 24 jam penuh. Untuk sementara, titik sumur bor ditempatkan di halaman kantor lurah dan kantor desa masing-masing lokasi.
Ronny menambahkan, tidak menutup kemungkinan akan ditambah titik lainnya jika memungkinkan.
"Sementara tiga titik itu karena lahan milik Pemkab. Nanti tim segera ke lokasi untuk survei dan kajian. Jika ada masyarakat yang lokasinya lumayan jauh, kita lihat lagi apakah ada lokasi lain yang memungkinkan untuk dibangun sumur bor. Baik secara lahan dan sebagainya, karena ini akan dimanfaatkan masyarakat secara terbuka," tambahnya.
Baca juga: Sinergitas TNI-Polri di Kepulauan Anambas Amankan Arus Balik Lebaran
Untuk langkah jangka menengah dan panjang, Pemkab Bintan akan melakukan kajian serta perhitungan terkait sumber air baku dari waduk-waduk yang bisa dimanfaatkan. Salah satunya waduk di Kampung Limau, Desa Busung, yang volume air dan kandungan pH-nya secara teknis telah memenuhi standar air baku SPAM.

Komentar Via Facebook :