Harta Karun Hijau dari Pulau Lalang, Lingga dan BPBL Batam Sulap Rumput Laut Jadi Ekonomi Baru
Sebanyak 20 kaum ibu berperan sebagai pemasang bibit, sementara 40 kaum laki-laki fokus pada proses pembudidayaan di laut. (Foto: istimewa)
Lingga, Batamnews – Desa Pulau Lalang di Kecamatan Singkep Selatan kini bukan lagi sekadar desa pesisir biasa. Wilayah ini tengah bertransformasi menjadi pusat "emas hijau" di Kabupaten Lingga melalui pengembangan budidaya rumput laut yang masif.
Langkah serius ini ditandai dengan peninjauan dan pembinaan langsung oleh Dinas Perikanan Kabupaten Lingga bersama Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam, di bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Targetnya jelas, menjadikan Pulau Lalang sebagai lokasi percontohan sekaligus motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat lokal.
Inisiatif Bioekonomi: Bukan Sekadar Tanam-Jual
Pengembangan ini bukan proyek instan. Di bawah bendera TIM KEBULA Marine Bioeconomy Initiative, kawasan ini dirancang untuk mendukung ketahanan nasional melalui ekosistem bioindustri laut yang terintegrasi. Ada tiga pilar utama yang ditegaskan dalam pembinaan ini.
Pertama yakni bibit unggul. Yaitu hanya menggunakan bibit bersertifikat untuk menjamin produktivitas tinggi. Kemudian pendampingan teknis, yakni memastikan pembudidaya menguasai praktik yang efisien dan berkelanjutan—bukan asal tanam.
Sedangkan yang terakhir adalah akses pasar. Pemerintah menjamin penguatan akses agar hasil produksi rakyat tidak mentok di pengepul kecil, melainkan terserap industri.
Progres Melaju Pesat: Menuju 20 Hektar
Angka-angka di lapangan menunjukkan progres yang tidak main-main. Awalnya, proyek ini hanya seluas 1 hektar dengan tebaran bibit 2,5 ton. Kini, luas lahan telah berkembang pesat menjadi 5 hektar dengan total bibit mencapai 10 ton.
Ambisi Pemkab Lingga dan BPBL Batam tidak berhenti di situ. Pada tahun 2026, luas kawasan ini ditargetkan mencapai 20 hektar. Dengan ekspansi tersebut, produksi rumput laut basah diproyeksikan mampu menyentuh angka 50 hingga 60 ton.
Ekonomi Rakyat Bergerak
Dampak nyata dari program ini adalah keterlibatan langsung masyarakat. Saat ini, sudah ada 60 warga yang tergabung dalam 6 kelompok pembudidaya. Sinergi di lapangan pun terlihat jelas: sebanyak 20 kaum ibu berperan sebagai pemasang bibit, sementara 40 kaum laki-laki fokus pada proses pembudidayaan di laut.
Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat melalui BPBL Batam dan pemerintah daerah, budidaya rumput laut di Pulau Lalang diharapkan tidak hanya menjadi sumber pendapatan, tetapi juga menjadi kebanggaan baru bagi sektor perikanan di Kabupaten Lingga.

Komentar Via Facebook :