Mundur dari NasDem usai AHY ke Batam, Amsakar Siap Pindah Partai?
Amsakar Achmad bersama Li Claudia Chandra saat menerima rekomendasi dari Partai Demokrat.
Batam, Batamnews – Peta politik Kepulauan Riau mendadak bergerak. Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, resmi melepas jabatannya sebagai Ketua DPW Partai NasDem Kepri. Langkah ini sontak memicu spekulasi liar di kalangan pengamat dan politisi.
Apakah ini pengorbanan demi rakyat, atau justru sinyal kuat akan segera berlayar ke partai lain?
Amsakar menegaskan, keputusan ini murni karena alasan beban kerja. Ia mengaku sudah berbicara panjang lebar dengan Ketua Umum NasDem, Surya Paloh. Sang bos disebut memahami kesibukan Amsakar yang kian menumpuk.
Baca juga: Keponakan Surya Paloh Pietra Machreza Resmi Pimpin NasDem Kepri, Gantikan Amsakar Achmad
"Bapak setuju saya tidak menjadi pengurus dulu, sampai kerja-kerja besar soal banjir, sampah, dan air bersih ini selesai," jelas Amsakar, Senin, 23 Februari 2026.
Artinya, Amsakar ingin totalitas menjadi abdi negara. Ia merasa tidak bisa membagi waktu antara mengurus partai dan menangani persoalan krusial di Batam yang sedang darurat.
Meski mengaku tetap anggota NasDem, nama Amsakar justru santer dikaitkan dengan Partai Demokrat. Apalagi, beberapa waktu lalu, Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyambangi Batam saat perayaan Imlek.
Kedatangan AHY langsung dibaca sebagai ajakan "kawin politik". Namun saat dicegat wartawan, AHY hanya menjawab singkat dan diplomatis.
"Karena ingin merayakan Imlek di Batam," ucap AHY lugas.
Meski demikian, bibit-bibit kedekatan ini terus dipantau. Jika benar Amsakar pindah, peta kekuatan di Kepri bisa berubah total.
Kursi yang ditinggalkan Amsakar tak lama kosong. DPP NasDem langsung menunjuk Pietra Machreza Paloh, keponakan Surya Paloh, sebagai ketua baru. Pietra pun buka suara membela Amsakar.
"Pak Amsakar masih tegak lurus dengan Ketua Umum," tegasnya.
Namun, masalah justru mengganjal di tingkat kota. Hingga kini, posisi Ketua DPC NasDem Batam belum diisi. Dua nama kuat, Rival Pribadi dan Muhammad Kamaluddin, masih mengambang tanpa keputusan dari pusat.
Baca juga: Resmi Mundur dari Ketua NasDem Kepri, Amsakar Beri Alasan Menohok
Pengamat melihat mundurnya Amsakar dari dua sisi. Positifnya, ini adalah strategi "pendinginan" agar Amsakar bisa fokus memperbaiki citra kinerjanya di Batam.
Sisi negatifnya, masuknya keluarga Paloh ke kursi pimpinan dan mandeknya keputusan di DPC Batam bisa menjadi bumerang. Jika transisi ini tidak dikelola hati-hati, NasDem berisiko kehilangan figur sekuat Amsakar, apalagi jika rayuan dari partai lain seperti Demokrat terus menguat.

Komentar Via Facebook :