Keponakan Surya Paloh Pietra Machreza Resmi Pimpin NasDem Kepri, Gantikan Amsakar Achmad
Pietra Machreza Paloh keponakan Surya Paloh ditunjuk sebagai Ketua DPW NasDem Kepri untuk masa bakti 2026–2029.
Batam, Batamnews – Kursi pimpinan tertinggi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Kepulauan Riau resmi berganti. Pietra Machreza Paloh ditunjuk sebagai Ketua DPW NasDem Kepri untuk masa bakti 2026–2029, menggantikan Amsakar Achmad yang memilih untuk tidak melanjutkan jabatannya.
Pergantian ini tertuang dalam Surat Keputusan DPP Partai NasDem Nomor 66-Kpts/DPP-NasDem/II/2026 yang ditandatangani Ketua Umum Surya Paloh dan Sekretaris Jenderal Hermawi F Taslim pada 18 Februari 2026.
Dalam struktur baru itu, posisi Sekretaris dipercayakan kepada Endang Dwi Socowati, sementara Bendahara diisi oleh Khazalik.
Baca juga: Resmi Mundur dari Ketua NasDem Kepri, Amsakar Beri Alasan Menohok
Informasi yang berkembang, Amsakar sebelumnya telah menerima SK sebagai Ketua DPW pada Agustus 2025 lalu. Namun, karena berbagai pertimbangan, ia memilih tidak melanjutkan amanat tersebut.
Pietra memastikan, meski terjadi peralihan pimpinan, kondisi internal partai tetap solid. Ia menegaskan bahwa Amsakar hingga kini masih merupakan bagian dari keluarga besar NasDem dan tidak ada persoalan terkait loyalitas.
“Sampai saat ini Pak Amsakar masih tegak lurus dengan Ketua Umum Partai NasDem, Bapak Surya Paloh,” kata Pietra saat dihubungi, Senin, 23 Februari 2026.
Menurut Pietra, keputusan Amsakar tidak lagi menjabat sebagai Ketua DPW didasari oleh pertimbangan objektif. Aktivitasnya sebagai Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam dinilai cukup padat, sehingga dikhawatirkan mengganggu efektivitas kerja partai.
“Kita maklumi kondisi kesibukan beliau. Yang terpenting, NasDem harus tetap bergerak dan melayani kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Amsakar Achmad membenarkan bahwa ia untuk sementara waktu mundur dari kepengurusan partai. Ia ingin memusatkan perhatian pada sejumlah persoalan mendesak yang dihadapi masyarakat Batam, seperti banjir, sampah, dan ketersediaan air bersih.
"Bapak rencananya tidak menjadi pengurus partai untuk sementara waktu, sampai dengan kerja-kerja besar soal banjir, soal sampah, soal air ini selesai," ujar Amsakar, Senin, 23 Februari 2026.
Baca juga: Tahap Awal 2026: Ranperda Cadangan Pangan & Rencana Industri Tanjungpinang 2045 Dibahas DPRD
Ia menambahkan, intensitas tugas di Pemerintah Kota Batam dan BP Batam sangat tinggi. Karena itu, ia harus memilih prioritas agar pelayanan kepada masyarakat tetap maksimal.
"Informasinya bahwa untuk sementara ini lebih fokus untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang butuh fokus ya, yang butuh penanganan total di Batam. Tentu saja ruang untuk mengurus partai menjadi sangat terbatas," pungkasnya.
Komentar Via Facebook :