Pendaftaran TNI 2026 Dibuka: Syarat, Jadwal, dan Cara Daftar Online
Calon siswa TNI saat melaksanakan baris berbaris (TNI AD)
Batam, Batamnews - TNI Buka Rekrutmen, Butuh Banyak Perwira dan Tamtama, pendaftaran akan dibuka pada 25 Januari hingga 25 Februari 2026. Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyatakan pendaftaran ini terbuka bagi putra dan putri Indonesia yang ingin menjadi calon prajurit. Rekrutmen tahunan ini selalu menjadi sorotan publik.
Kolonel Kavaleri Erizal Satria, Perwira Pembantu Utama Satu Perencanaan TNI, menyatakan TNI saat ini membutuhkan personel dalam jumlah cukup besar, khususnya di level perwira hingga tamtama.
"TNI beserta jajarannya memang lagi mengembangkan organisasi. Banyak satuan baru yang dibentuk, sehingga membutuhkan personel perwira dan tamtama yang cukup banyak," jelasnya dalam wawancara dengan Radio Republik Indonesia, Jumat, 30 Januari 2026.
Meski kebutuhan untuk kedua level tersebut besar, proses rekrutmennya berbeda. Perwira akan direkrut langsung oleh Markas Besar (Mabes) TNI. Rekrutmen perwira, tegas Erizal, lebih dari sekadar mencari personel teknis. Ini adalah proses kaderisasi kepemimpinan yang fundamental untuk masa depan organisasi TNI.
"Rekrutmen perwira TNI merupakan proses kaderisasi kepemimpinan yang bersifat fundamental. Terutama bagi keberlangsungan organisasi TNI di masa yang akan datang," ujarnya.
Bagi yang berminat bergabung, informasi lengkap dapat diakses melalui website resmi atau akun Instagram Pusat Penerangan TNI, @puspentni.
"Banyak background disana. Jika ada yang ingin bergabung silakan berkunjung ke website Puspen TNI. Karena proses awalnya harus daftar online dahulu," pesan Erizal.
Masa pendaftaran dibuka selama satu bulan penuh, mulai 25 Januari hingga 25 Februari 2026.
Sementara itu, Panglima Daerah Militer (Pangdam) XIII/Merdeka, Mayjen TNI Mirza Agus, menegaskan pentingnya integritas dalam proses rekrutmen TNI Angkatan Darat tahun ini.
Baca juga: Awas Kena `Surat Cinta` Virtual Polisi! Polda Kepri Ingatkan Warga Bijak Ber-Medsos
Ia mengingatkan masyarakat, terutama orang tua calon pendaftar, untuk tidak tergiur janji calo yang menjamin kelulusan dengan imbalan uang.
"Segala bentuk jaminan kelulusan dengan bayaran adalah kepalsuan yang merugikan," tegas Mirza Agus.
Ia meminta masyarakat segera melaporkan jika menemukan pungutan liar, karena sistem penilaian telah disusun secara objektif berdasarkan hasil tes di lapangan.

Komentar Via Facebook :