Bahasa Indonesia Diperkuat di Kepri Lewat MoU dan Tim Pengawasan Khusus

Bahasa Indonesia Diperkuat di Kepri Lewat MoU dan Tim Pengawasan Khusus

Gubernur Ansar mengukuhkan Tim Pelaksana Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia di Provinsi Kepulauan Riau. (Ogi/DISKOMINFO KEPRI)

Nurjali

Batam, Batamnews - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) secara resmi berkomitmen memperkuat penggunaan bahasa Indonesia di wilayahnya. Komitmen itu diteken dalam Nota Kesepakatan dan Rencana Kerja Sama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Rabu, 28 Januari 2026.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Kepala Badan Bahasa Hafidz Muksin menandatangani dokumen tersebut di Ruang Rapat Balairung Raja Ali Kelana, Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang.

Gubernur Ansar menyatakan, sebagai provinsi kepulauan yang berbatasan langsung dengan negara lain, Kepri menghadapi tantangan berat dalam membumikan bahasa Indonesia. 

Baca juga: Remaja 14 Tahun di Singapura Dihukum, Gara-Gara Radikalisasi ISIS Lewat Game Online

Ia yakin nota kesepakatan dan pembentukan Tim Pelaksana Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia akan memperbaiki kondisi itu.

“Masyarakat Kepri sangat heterogen. Bahasa Indonesia adalah perekat utama dalam kehidupan sehari-hari. Kita wajib mensosialisasikan dan menggalakkan penggunaannya,” tegas Gubernur Ansar.

Ia juga menginisiatifkan partisipasi Kantor Bahasa Kepri dalam program Kesbangpol Masuk Sekolah (KEMAS). Langkah ini agar sosialisasi bahasa Indonesia bisa menyasar langsung ke anak-anak sekolah.

Usai penandatanganan, Gubernur Ansar langsung mengukuhkan Tim Pelaksana Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia di Provinsi Kepri. Pembentukan tim ini merujuk pada Surat Edaran Mendagri dan Permendikdasmen terkait.

Kepala Badan Bahasa Hafidz Muksin mengapresiasi langkah cepat dan proaktif Pemprov Kepri. Menurutnya, nota kesepakatan ini adalah komitmen untuk memartabatkan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa persatuan.

“Kepri berbatasan langsung dengan negara tetangga. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memantapkan penggunaan bahasa Indonesia, butuh kerja sama semua pihak,” ujar Hafidz.

Untuk mendukung upaya itu, Kantor Bahasa Kepri pada 2026 akan mengirimkan buku-buku bacaan bermutu ke sekolah-sekolah di provinsi tersebut. Tujuannya agar siswa semakin akrab dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Baca juga: Tiga Pelaku Hipnotis Tangan Dingin Tiba di Batam, Langsung Dijebloskan ke Sel Polsek Lubuk Baja

Hafidz juga menyampaikan terima kasih atas hibah lahan dari Pemprov Kepri untuk pembangunan Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau di Tanjungpinang.

“Hibah lahan ini sangat membantu kami untuk mengajukan penggunaan APBN. Ini adalah langkah konkret menguatkan literasi di Kepri,” katanya.

Langkah ini dinilai sebagai upaya serius Pemprov Kepri, yang merupakan tempat kelahiran bahasa Indonesia, untuk menjaga dan memperkuat kedudukan bahasa persatuan di tengah tantangan geografis dan global.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :