Korban Penipuan Rp100 Juta, Selebgram Batam Tertipu Modus Kerja Sama Servis HP oleh Pelaku Disabilitas
Pelaku Penipuan Selebgram dan Pengusaha Batam, Yusifadila, hingga mengalami kerugian ratusan juta rupiah. (Foto. Batamnews.co.id).
Batam, Batamnews - Niat tulus membantu sesama justru berujung pada kerugian finansial yang besar. Yusifadilah, seorang pengusaha dan konten kreator di Batam, menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan penyandang disabilitas dan tawaran kerja sama usaha servis handphone (HP). Kerugian yang diderita ditaksir tembus lebih dari Rp100 juta.
Kisah ini berawal pada 7 November 2025. Seorang pria menghubungi Yusifadilah via chat, mengaku sebagai penyandang disabilitas yang memiliki keahlian servis HP dan meminta pekerjaan.
"Secara manusiawi saya iba dan berniat membantu," tutur Yusifadilah, Rabu, 28 Januari 2026.
Baca juga: Bea Cukai Batam Dorong Reekspor Limbah B3, 25 Kontainer Sudah Dikembalikan
Terbawa rasa iba, Yusifadilah pun menyambut tawaran kerja sama membuka usaha servis HP. Mereka bertemu dan menyepakati pembagian keuntungan 50:50 dengan modal awal sekitar Rp20-30 juta dari Yusifadilah.
"Tujuan saya membantu dan usaha bisa jalan," ujarnya.
Yusifadilah kemudian mempercayakan sepenuhnya pencarian kios kepada pria tersebut. Sebuah kios di Batu Besar disewa setahun, dengan biaya Rp15 juta dibayar lunas oleh Yusifadilah. Renovasi, pembelian peralatan, dan suku cadang pun menyusul.
Namun, belakangan, pria itu mulai terus-menerus meminta tambahan modal dengan berbagai dalih. Mulai dari kekurangan spare part hingga kebutuhan top-up transaksi.
"Sedikit-sedikit minta tambahan. Saya pikir enggak apa-apa," kata Yusifadilah. Tanpa disadari, total dana yang ia keluarkan telah mencapai Rp100 juta lebih.
Kecurigaan mulai muncul ketika pelaku kerap meminjam uang untuk alasan pribadi, termasuk biaya pendidikan anaknya yang disebut sedang di kepolisian.
Modus berkembang: pelaku mengaku punya pembeli besar dari kalangan pelaut. Dalam beberapa transaksi awal, ia sempat mengembalikan modal dan keuntungan, sehingga Yusifadilah makin percaya.
Puncaknya, pada transaksi terakhir bernilai lebih dari Rp100 juta, pelaku berjanji mentransfer uang pada 12 atau 13 Januari 2026, bertepatan dengan rencana Yusifadilah berangkat umroh.
"Dia bilang uangnya cash, mau setor ke bank. Setelah itu nomor tidak aktif dan dia menghilang," ungkap Yusifadilah.
Saat sedang umroh, keluarga Yusifadilah yang mengecek kios mendapati seluruh barang milik pelaku raib. Bahkan, sebelum kabur, pelaku sempat meminjam BPKB motor Yusifadilah dengan alasan bayar pajak.
Baca juga: Terekam Jelas CCTV! Detik-detik Pria Berhelm Ambil HP di Depan Toko Dinny Bengkong Batam
Penelusuran lebih lanjut mengungkap fakta mengejutkan. Pelaku diduga adalah buronan (DPO) kasus penipuan di Pontianak dengan total kerugian korban sebelumnya mencapai sekitar Rp2 miliar. "Ternyata dia penipu ulung. Ini sangat berbahaya," tegas Yusifadilah.
Tak hanya Yusifadilah, pelaku dengan modus serupa juga diduga menipu karyawannya dan pihak lain, dengan total kerugian korban lain mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Saat ini, Yusifadilah telah melaporkan kasus ini ke kepolisian. Ia berharap pelaku segera ditangkap dan masyarakat bisa mengambil pelajaran. "Niat baik jangan sampai dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab," pungkasnya.

Komentar Via Facebook :