Di Rakernas APKASI Batam, Mensos Tegaskan Syarat Guru Sekolah Rakyat

Di Rakernas APKASI Batam, Mensos Tegaskan Syarat Guru Sekolah Rakyat

Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf usai mengisi acara di APKASI Kota Batam.

Nurjali

Batam, Batamnews – Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menekankan bahwa kualitas guru menjadi kunci kesuksesan program Sekolah Rakyat. Syarat mutlaknya, para pengajar harus lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Pernyataan itu disampaikan Gus Ipul usai menjadi narasumber dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Hotel Aston Pelita, Batam, Selasa, 20 Januari 2026.

“Guru yang mengajar di Sekolah Rakyat diambil dan diseleksi melalui proses yang sangat ketat. Syarat utamanya, mereka harus lulusan PPG,” tegas Gus Ipul dalam sesi doorstop dengan awak media.

Baca juga: Produksi Beras Capai 34,71 Juta Ton, Kata Mentan di Batam

Ia menjelaskan, seleksi ketat itu dilakukan melalui kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). 

Penekanan pada kualitas guru ini berangkat dari tujuan Sekolah Rakyat sendiri, yaitu melayani anak-anak dari keluarga paling tidak mampu, termasuk yang putus sekolah atau belum pernah mengenyam pendidikan formal.

Dengan konsep berasrama, pemerintah ingin memastikan fasilitas dan tenaga pendidik yang diterima siswa adalah yang terbaik.

Dalam forum rakernas yang dihadiri para bupati se-Indonesia itu, Gus Ipul juga membantah anggapan bahwa Sekolah Rakyat hanya program lima tahunan atau proyek musiman.

Ia menyatakan optimisme bahwa program ini akan berlanjut sebagai kebijakan jangka panjang, mengingat manfaatnya yang langsung menyentuh masyarakat akar rumput.

“Kalau sudah terasa manfaatnya, pasti akan dilanjutkan siapa pun presidennya. Ini adalah upaya negara memastikan anak-anak dari keluarga miskin mendapatkan pendidikan layak dan bermutu untuk memutus rantai kemiskinan,” tambahnya.

Hingga 2025, sebanyak 166 Sekolah Rakyat telah beroperasi di Tanah Air. Pemerintah menargetkan pembangunan 100 gedung permanen baru setiap tahun melalui APBN. Saat ini, beberapa unit masih menempati gedung miliki Kementerian Sosial dan Kementerian Ketenagakerjaan.

Baca juga: Hadiri Rakernas Apkasi, Gubernur Ansar: Keberhasilan Provinsi dan Nasional Ditentukan Kuatnya Pembangunan Kabupaten

Khusus untuk Provinsi Kepulauan Riau, Gus Ipul memberikan pembaruan Progres yang Sudah Beroperasi di Kabupaten Anambas, Kabupaten Natuna, dan Kota Tanjungpinang.

Sementara di Batam, Masih dalam tahap penyediaan lahan dan persiapan operasional. “Insyaallah Batam akan segera menyusul,” ujarnya.

Di akhir paparannya, Gus Ipul mengajak seluruh kepala daerah anggota APKASI untuk memperkuat sinergi, terutama dalam hal akurasi data masyarakat miskin berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial dan BPS. Peran bupati dan wali kota dinilai krusial karena mereka yang paling memahami kondisi riil di wilayah masing-masing.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :