Dana Rp16 Triliun untuk Gaza: Singapura Ditagih AS sebagai Syarat Keanggotaan Dewan Perdamaian

Dana Rp16 Triliun untuk Gaza: Singapura Ditagih AS sebagai Syarat Keanggotaan Dewan Perdamaian

Presiden Donald J. Trump.

Nurjali

Singapura, Batamnews - Kementerian Luar Negeri Singapura mengonfirmasi telah menerima undangan dari Amerika Serikat untuk bergabung dengan "Board of Peace" atau Dewan Perdamaian. Dewan ini merupakan inisiatif AS untuk memandu langkah-langkah perdamaian berikutnya di Gaza.

"Singapura sedang menilai undangan tersebut," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri, seperti dikutip melalui situs resmi berita Singapura, Selasa, 20 Januari 2026.

Dewan Perdamaian merupakan bagian dari "Komite Nasional untuk Administrasi Gaza" (NCAG) yang dibentuk Gedung Putih pada 16 Januari 2026. 

AS menyatakan pembentukan komite itu sebagai "langkah vital" dalam menerapkan Fase 2 dari "Rencana Komprehensif 20 Poin" Presiden Donald Trump untuk Mengakhiri Konflik Gaza.

Baca juga: Ledakan Bom Serentak Guncang 11 SPBU di Thailand Selatan, 4 Orang Terluka

Menurut Gedung Putih, Dewan Perdamaian akan memainkan peran penting dalam memenuhi seluruh 20 poin rencana presiden. Tugas dewan antara lain memberikan pengawasan strategis, menggerakkan sumber daya internasional, dan memastikan akuntabilitas selama Gaza bertransisi dari konflik ke perdamaian dan pembangunan.

Sebuah draf piagam Dewan yang dilihat Bloomberg menyebut lembaga ini sebagai "organisasi internasional yang berupaya mempromosikan stabilitas, memulihkan pemerintahan yang dapat diandalkan dan sah, serta mengamankan perdamaian abadi di area yang terdampak atau terancam konflik."

Undangan itu ternyata disertai harapan kontribusi keuangan yang sangat besar. Menurut laporan Bloomberg, setiap negara anggota diharapkan menyetor dana tunai sebesar US$1 miliar atau setara Rp16 triliun.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Bloomberg, biaya sebesar itu akan memberikan "keanggotaan permanen". Dana tersebut akan digunakan untuk membangun kembali Gaza. 

Negara yang hanya ingin bergabung untuk masa keanggotaan terbatas "tidak lebih dari tiga tahun" disebutkan dapat berpartisipasi tanpa biaya.

Sejumlah pemimpin dunia dikabarkan telah menerima undangan serupa. Media asing melaporkan berbagai respons. Presiden Prancis Emmanuel Macron disebutkan menolak keanggotaan, sementara Rusia diundang dan Maroko dilaporkan telah memberi sinyal minat untuk bergabung.

Baca juga: Pasca Penangkapan Spektakuler AS, Maduro Diadili di New York; PBB Gelar Rapat Darurat

Singapura, sebagai negara kecil yang dikenal netral dan memiliki rekam jejak baik dalam kontribusi perdamaian internasional, kini mempertimbangkan undangan bernuansa politik tinggi dan bernilai miliaran dolar tersebut.

Langkah Singapura selanjutnya akan menjadi sorotan, mencerminkan penilaian negara pulau itu terhadap efektivitas, netralitas, dan kelayakan inisiatif perdamaian yang digagas AS ini.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :