Waspada DBD: Tanjungpinang Catat 497 Kasus, Tertinggi di Batu 9 dan Pinang Kencana

Waspada DBD: Tanjungpinang Catat 497 Kasus, Tertinggi di Batu 9 dan Pinang Kencana

Kepala DKPPKB Kota Tanjungpinang, Rustam.

Nurjali

Tanjungpinang, Batamnews - Memasuki musim hujan, ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali meningkat di Kota Tanjungpinang. Data terbaru dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kota Tanjungpinang menunjukkan tren yang mengkhawatirkan.

Kepala DKPPKB Kota Tanjungpinang, Rustam, melaporkan bahwa sepanjang tahun 2025, kasus DBD mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Total kumulatif kasus mencapai 497, suatu angka yang telah melampaui total kasus tahun 2024.

"Penyebaran kasus hampir terjadi di semua kelurahan, kecuali Kelurahan Penyengat yang nihil kasus. Namun, beberapa wilayah menjadi perhatian khusus karena lonjakan tingginya, seperti Kelurahan Batu 9 dengan 127 kasus dan Pinang Kencana dengan 113 kasus," jelas Rustam. 

Baca juga: Tanjungpinang Genap 242 Tahun, Wali Kota Lis Darmansyah Tegaskan Peran Kota sebagai Pusat Budaya Melayu

Ia menambahkan, di awal tahun 2026 ini, sudah tercatat 14 kasus baru yang dilaporkan. Analisis perkembangan kasus menunjukkan puncak kejadian pada akhir tahun 2025, dengan rata-rata 40-50 kasus per bulan selama enam bulan terakhir, bertepatan dengan musim hujan. 

Selain Batu 9 dan Pinang Kencana, wilayah Melayu Kota Piring juga tercatat sebagai area dengan kejadian tinggi.

Yang menarik, terjadi pergeseran pola kelompok umur penderita. Jika sebelumnya anak-anak dianggap paling rentan, data tahun 2025 justru menunjukkan dominasi kelompok usia di atas 15 tahun, dengan cakupan 48% dari total kasus. 

Kelompok balita hanya menyumbang 10%, sementara usia 5-14 tahun sebanyak 42%. Secara gender, kasus pada laki-laki lebih tinggi (56%) dibanding perempuan (44%).

Menanggapi situasi ini, Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui DKPPKB bersama instansi terkait seperti BPBD dan Balai Karantina Kesehatan telah mengambil sejumlah langkah. Upaya tersebut meliputi:

  • Mengoptimalkan Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gertak PSN) dengan prinsip 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur ulang).
  • Melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan deteksi dini.
  • Melaksanakan fogging (pengasapan) terfokus di lingkungan yang terdampak untuk memutus rantai penularan nyamuk Aedes aegypti.

Baca juga: Cuaca Ekstrem 6–9 Januari 2026, KM Sabuk Nusantara 48 Tunda Keberangkatan

Meski upaya telah dilakukan, sejumlah tantangan masih dihadapi di lapangan. Antara lain, kesadaran masyarakat dalam melaksanakan PSN 3M Plus yang belum merata, kondisi sanitasi lingkungan di pemukiman padat, serta mobilitas penduduk dan cuaca yang fluktuatif.

Untuk memperkuat pencegahan, DKPPKB Kota Tanjungpinang mengajak seluruh elemen masyarakat dan stakeholder untuk terlibat aktif. 

"Kami harap dukungan semua pihak, mulai dari sektor pendidikan, kelurahan, LSM, hingga swasta, untuk bersama-sama memberantas sarang nyamuk. Partisipasi masyarakat dalam pelaporan dini dan penerapan 3M Plus secara konsisten sangat krusial," imbau Rustam.

Masyarakat dihimbau untuk mewaspadai gejala DBD seperti demam mendadak tinggi, nyeri sendi, dan muncul ruam kulit. Jika mengalami gejala tersebut, diminta untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :