Harga Beras Merangkak Naik, Polresta Barelang dan Pemko Bentuk Tim Pengawasan

Harga Beras Merangkak Naik, Polresta Barelang dan Pemko Bentuk Tim Pengawasan

Kapolresta Polresta Barelang, Kombes Pol Anggoro Wicaksono. (Foto: Tommy Purniawan/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews — Kenaikan harga beras yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir mulai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Menyikapi kondisi tersebut, kepolisian bersama pemerintah daerah membentuk tim khusus untuk mengantisipasi lonjakan harga sekaligus mengawasi praktik penimbunan oleh pedagang nakal.

Kapolresta Polresta Barelang, Kombes Pol Anggoro Wicaksono, menegaskan bahwa ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok menjadi perhatian serius jajarannya bersama pemerintah.

“Langkah ini dilakukan untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, serta mencegah keresahan masyarakat akibat isu kenaikan harga,” ujar Anggoro, Rabu (7/1/2026) siang.

Ia menjelaskan, pihak kepolisian telah menjalin koordinasi intensif dengan Bulog serta instansi pemerintah terkait. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan harga dan distribusi bahan pokok secara berkala, terutama beras yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

“Tidak hanya beras, bahan pokok lainnya juga terus kami monitor. Setiap saat perkembangannya akan diawasi bersama pemerintah,” katanya.

Menurut Anggoro, pemantauan dilakukan secara menyeluruh agar tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga yang tidak wajar di pasaran. Jika ditemukan indikasi kenaikan harga yang mencurigakan, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi.

“Salah satunya melalui intervensi pasar dan mekanisme pengendalian, supaya harga tetap stabil dan terjangkau,” ujarnya.

Anggoro juga mengimbau masyarakat agar tidak panik menyikapi isu kenaikan harga bahan pokok. Ia menegaskan pemerintah telah mengambil langkah-langkah strategis untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Di sisi lain, kepolisian memastikan tidak akan ragu menindak tegas para pedagang atau “toke” yang mencoba memanfaatkan situasi dengan menimbun barang atau memainkan harga.

“Yang pastinya akan tetap kami selidiki,” tegasnya.

Anggoro berharap adanya informasi dan kebijakan lanjutan dari pemerintah pusat sebagai acuan di daerah. Setiap arahan dan data dari pusat, kata dia, akan segera ditindaklanjuti guna menjaga stabilitas ekonomi serta ketenangan masyarakat di wilayah Batam dan sekitarnya.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :