Dari Taylor Swift hingga ChatGPT: Mengapa Kata 'Parasocial' Jadi Word of The Year 2025?
Kata Cambridge Dictionary.
Batam, Batamnews - Tahun lalu, kata terpilih Cambridge Dictionary adalah "manifest". Bagi banyak orang, yang berhasil "diwujudkan" mungkin hanya berkurangnya saldo rekening atau krisis seperempat abad.
Lalu, apa yang dibawa 2026? Menurut Cambridge, jawabannya berkaitan dengan "berkencan" dengan ChatGPT.
Ya, secara harfiah. Kata terpilih tahun 2025 adalah "parasocial".
Awalan ‘para’ berarti ‘di samping’, ‘dekat’, atau ‘melampaui’. Kata ini menggambarkan hubungan yang mirip interaksi sosial nyata, tetapi bersifat sepihak dan satu dimensi.
Baca juga: Kampoong Ecopreneur Bangun Masjid Eco Wakaf dan Tebar 1.000 Pohon sebagai Respons Banjir Sumatra
Entah itu merujuk pada orang-orang di kereta yang berbicara dengan kecerdasan artifisial layaknya pasangan hidup—percaya atau tidak, di tempat umum—atau hubungan khayalan yang Anda bangun dengan karakter pria idaman dari BookTok, bahkan loyalitas membara terhadap Ariana Grande hingga membela setiap wawancaranya seolah ia sahabat nyata. Itu semua adalah ikatan parasosial.
Sosiolog Donald Horton dan Richard Wohl pertama kali mencetuskan istilah ini pada 1956. Kini, kata itu meresap dalam kosa kata sehari-hari di lanskap digital yang terobsesi pada ketenaran.
Cambridge bahkan menyebut pop icon Taylor Swift sebagai contoh. Saat mengumumkan pertunangannya dengan bintang NFL Travis Kelce, ia menerima jutaan pesan haru dari orang-orang yang tak pernah dikenalnya.
Ia mungkin tak akan pernah membaca komentar Anda, tapi perasaan bahagia Anda untuknya terekam sebagai fenomena parasosial.
Penyanyi Lily Allen juga disebut. Album barunya, West End Girl, yang bercerita tentang putus cinta, memicu "ketertarikan parasosial pada kehidupan asmaranya".
Memang seru, hidup secara tidak langsung melalui orang-orang terkenal yang jauh lebih glamor.
Namun, hubungan yang kian erat antara manusia dengan chatbot AI mulai memicu debat: apakah perilaku parasosial ini sehat?
Colin McIntosh, leksikografer di Cambridge Dictionary, menyatakan kata ini "menangkap zeitgeist 2025" dan menunjukkan perubahan bahasa. "Apa yang dulu merupakan istilah akademis khusus, kini menjadi arus utama," ujarnya.
Simone Schnall, Profesor Psikologi Sosial Eksperimental di Universitas Cambridge, menambahkan bahwa kata ini adalah pilihan yang inspiratif. "Kebangkitan hubungan parasosial telah mendefinisikan ulang fenomena penggemar, selebritas, dan dengan kehadiran AI, cara biasa orang berinteraksi daring."
Baca juga: Tips Liburan Nyaman di Ketinggian 35.000 Kaki
Namun, ia mengingatkan, banyak orang membentuk hubungan parasosial yang tidak sehat dan intens dengan para influencer. "Ini menciptakan ilusi 'mengenal' sosok yang diidolakan, memercayainya, hingga muncul loyalitas ekstrem. Padahal, semuanya sepihak."
Selain "parasocial", Cambridge Dictionary mencatat beberapa kata lain yang berdampak signifikan tahun ini, seperti "slop" (konten internet berkualitas sangat rendah, terutama buatan AI), dan "memeify" (mengubah suatu peristiwa, gambar, atau orang menjadi meme).
Tahun ini, kamus tersebut menambahkan 6.000 kata baru, termasuk "delulu", "skibidi", dan "tradwife".
Dunia tempat kita hidup kini memang berbeda. Mungkin, inilah yang kita "manifest"kan bersama.

Komentar Via Facebook :