Gedung Batam Banyak Kosong Rawan Tempat Mabuk dan Maksiat
Bangunan terbengkalai di Ocarina
Batam - Pembangunan Kota Batam yang pesat ternyata tak berbanding lurus dengan penataan kotanya. Banyak gedung dan bangunan milik pemerintah dan swasta terbengkalai, tidak berpenghuni, bahkan tak selesai dibangun.
Keberadaan gedung itu tak hanya memantik perhatian masyarakat, tetapi juga mulai meresahkan warga sekitar. Banyak gedung dan bangunan kosong dijadikan tempat berkumpul anak bagu gede (ABG) dan anak jalanan.
"Kami takutnya malah jadi tempat maksiat," kata Devina, warga Baloi Centre, Kamis (8/1/2015). Dia merujuk pada gedung yang menjulang cukup tinggi di simpang Penuin, Baloi.
Sudah hampir delapan tahun, kata dia, bangunan itu tak ada kejelasan. Kondisi di basemen sudah dipenuhi air. "Selain takut ada yang tenggelam di sana, sekarang justru menjadi sarang nyamuk dan mengganggu kesehatan sekitar," kata Devina.
Selain itu, ruko-ruko di kawasan Nagoya dan Batam Centre juga banyak tidak berpenghuni. Di antaranya ruko di kawasan Ocarina.
Pihak developer ADS bagian pemasaran Ocarina tak dapat memberi penjelasan tentang deretan ruko terbengkalai itu.
Kondisi gedung BIP Mall, di Lubuk Baja, pun demikian, sudah sangat karatan dan tak terawat. Hal itu diakui Supri, penjaja tambal ban di depan bangunan itu.
"Kalau malam kadang ada orang yang masuk ramai-ramai. Padahal tempat tersebut sangat gelap, namun tetap saja didatangi orang," ujarnya.
Gedung perkantoran yang terbengkalai juga tampak di Sekupang, seperti gedung Disnaker yang ludes terbakar akibat aksi demo buruh, gedung Pramuka, gedung Beringin, dan gedung Partai Golkar.
Gedung itu dipenuhi coretan dan dijadikan tongkrongan anak-anak muda sampai pagi.
"Gedung ini sudah lama tak diurus Otorita, malah kalau malam minggu suka ada yang minum-minum," kata Roni, warga Sei Harapan. Dia sehari-hari mangkal sebagai tukang ojek di kawasan perkantoran depan gedung Beringin Sekupang.
(kok)
Komentar Via Facebook :