Pria 82 Tahun Ditemukan Meninggal Membusuk di Gubuk, Hidup Sendiri Selama 27 Tahun
Korban Desmui Saat Ditemukan Didalam Gubuk Disamping Pondok Tahfidz Darul Huffazh, Dengan Kondisi Terlentang dan Sudah Dalam Kondisi Membusuk, Rabu (3/12) siang. Foto : Dokumen Polsek Sekupang.
Batam, batamnews - Sebuah kisah pilu kembali terjadi di Batam. Seorang lelaki tua bernama Desmui (82) ditemukan meninggal dunia di dalam gubuk tempat tinggalnya, di samping Pondok Tahfidz Darul Huffazh, Kavling Cendrawasih, Kelurahan Patam Lestari, Sekupang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Semua berawal dari bau menyengat. Supriadi dan Ali mencium aroma busuk yang kuat berasal dari sebuah gubuk yang tampak tak berpenghuni.
Lalat beterbangan di celah-celah bangunan itu. Dengan senter, mereka mengintip dari luar dan menduga sumber bau ada di dalam.
Mereka pun melaporkannya kepada tetangga, Ermanida. Berempat—ditambah Hairudin Rahman—mereka mendekati gubuk itu sekitar pukul 11.34 WIB. Di dalam, terbaringlah sosok pria tua tak bergerak, dikerumuni lalat. Tubuhnya sudah membusuk, tanda kematian telah terjadi beberapa hari sebelumnya.
Ermanida segera menghubungi Ketua RW, yang lalu mengontak Bhabinkamtibmas. Lokasi diamankan untuk mencegah kerumunan. Polisi dari Polsek Sekupang tiba pukul 12.12 WIB untuk berjaga, sementara tim Inafis Polresta Barelang melakukan identifikasi.
Tidak ada tanda kekerasan pada tubuh Desmui. Dari keterangan warga, ternyata pria itu telah hidup sendiri di lokasi tersebut selama 27 tahun.
Ia dikenal sebagai orang yang menyendiri, tanpa keluarga atau kerabat yang kerap berkunjung. Kesendiriannya itulah yang membuat tak seorang pun menyadari kapan ia meninggal.
Setelah proses identifikasi, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Batam sekitar pukul 14.00 WIB untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Baca juga: Lori Sampah DLH Kota Batam Ambruk di Bundaran Batam Kota, Sampah Berserakan
Kanit Reskrim Polsek Sekupang, Ipda Riyanto, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan warga, Desmui tidak memiliki keluarga di Batam.
"Sudah lama korban tinggal di sana sendirian," ujarnya.
Saat ini jasad masih di rumah sakit. Polisi masih berupaya mencari keluarga Desmui yang berasal dari Kendal.
"Jika tidak ada keluarganya, maka akan kita makamkan korban," kata Riyanto. Sebuah akhir yang menyedihkan bagi seseorang yang menghabiskan hari tuanya dalam kesendirian.

Komentar Via Facebook :