Shutdown AS Usai, Trump Meradang dan Perangkap Epstein Menanti
Presiden Donald Trump bersama keluarga.
Batam, Batamnews - Telah berakhir sudah kebekuan pemerintah federal Amerika Serikat yang terpanjang dalam sejarah negara itu. Pada 12 November 2025 waktu setempat, Presiden Donald Trump menandatangani RUU yang mengakhiri kebuntuan politik selama 43 hari.
Krisis ini bermula dari deadlock antara Partai Republik pimpinan Trump dengan Partai Demokrat yang mempertentangkan soal dana pemerintah.
Demokrat awalnya bersikeras tidak akan menyetujui anggaran Partai Republik menjamin kelangsungan program kesehatan era Obama (Affordable Care Act) melewati tahun 2025.
Namun pada 10 November, terjadi perpecahan di kubu Demokrat. Tujuh senator Demokrat dan satu senator Independen memilih membangkang pimpinan partai mereka dengan mendukung pengakhiran kebekuan pemerintah – tanpa mendapat jaminan perlindungan program kesehatan tersebut. Keputusan ini berisiko meningkatkan biaya kesehatan bagi jutaan warga.
Dampak kebekuan pemerintah sungguh nyata:
- Puluhan ribu pegawai pemerintah tidak menerima gaji
- Program bantuan pangan untuk jutaan keluarga terancam
- Sistem transportasi nasional terganggu karena berkurangnya pengawas lalu lintas udara
Meski merayakan berakhirnya krisis, Trump masih menyisipkan kritik terhadap pimpinan Demokrat yang dituduhnya melakukan "pemerasan". Namun kemenangan ini mungkin ada harganya bagi Trump.
Proses pengesahan RUU ini memaksa Juru Bicara DPR Mike Johnson melantik Adelita Grijalva – anggota Demokrat dari Arizona yang justru menjadi penentu suara untuk mengungkap seluruh berkas kasus Jeffrey Epstein.
Epstein, tokoh finansial yang menjalankan jaringan pedofilia dan memiliki koneksi dengan banyak elite Amerika – termasuk Trump sendiri – menjadi momok menakutkan.
Baca juga: Polisi Grebek Hotel Miss Universe, Sita Barang Bukti Kasus Promosi Judi Online
Selama kampanye, Trump berjanji akan mendukung pengungkapan penuh kasus ini, tapi pemerintahnnya justru dianggap berusaha menutupi hubungannya dengan Epstein.
Kini dengan dilantiknya Grijalva, tekanan untuk membuka semua fakta kasus Epstein semakin besar – sebuah konsekuensi yang mungkin tidak diantisipasi Trump ketika berjuang mengakhiri kebekuan pemerintah.

Komentar Via Facebook :